Jadi Destinasi Kapal Pesiar, Sabang Siap Saingi Langkawi dan Phuket - Kompas.com

Jadi Destinasi Kapal Pesiar, Sabang Siap Saingi Langkawi dan Phuket

Kompas.com - 17/04/2018, 11:15 WIB
Para pelancong kapal pesiar MS Seabourn Encore mencoba menaiki becak motor, saat bersandar di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka.KOMPAS.com/RAJA UMAR Para pelancong kapal pesiar MS Seabourn Encore mencoba menaiki becak motor, saat bersandar di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sabang sebagai pintu masuk kapal- kapal pesiar dari berbagai negara di dunia memiliki potensi besar menjadi destinasi yacht dan kapal pesiar (cruise) dunia. Namun saat ini Sabang di Aceh masih terbelakang dibanding tetangganya Phuket dan Langkawi untuk kedatangan wisatawan kapal pesiar.

Staf Ahli Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari bidang Yacht dan Cruise, Raymond, mengatakan Phuket, Thailand dan Langkawi, Malaysia kini masih menjadi pusat berkutatnya kapal-kapal wisata besar. Sabang dan dua kota tersebut saling bersaing dan dikenal sebagai segitiga emas Sapula.

Baca juga : Berlibur Naik Kapal Pesiar, Apa Kelebihannya?

“Mereka masih mendominasi bersandarnya yacht dan cruise dunia karena ada akses langsung dari Terusan Suez, Somalia. Itu yang ingin kita rebut,” katanya saat konfrensi pers Sabang Marine Festival, Senin (16/4/2018).

Menurut pria yang sudah 15 tahun lebih bergelut di dunia yahct dan cruise dunia, untuk merebutnya, Sabang perlu mengamati beberapa hal dari mereka, untuk kemudian mengaplikasikannya dengan lebih baik. Mulai dari waktu, kapan mengundang para yachter, kapan mempromosikannya, dan kapan mengadakan acara-acara menarik.

Baca juga : Menjajal Crystal Serenity, Kapal Pesiar Mewah Bertarif Ratusan Juta

"Kedua, tentu kita harus membenahi infrastruktur. Salah satu kesulitan Indonesia kini ialah belum ada pusat-pusat yacht seperti bengkel reparasi yacht, stasiun pengisian bahan bakar, dan beberapa fasilitas lainnya," katanya.

Pelancong kapal pesiar MS Seabourn Encore mencium aroma kopi di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka.KOMPAS.com/RAJA UMAR Pelancong kapal pesiar MS Seabourn Encore mencium aroma kopi di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka.
Untuk soal promosi, ia berpendapat Indonesia sudah cukup baik, dengan beragam acara tahunannya seperti Sabang Marine Festival dan Sail Sabang cukup berpengaruh terhadap kedatangan kapal-kapal besar.

Baca juga : Liburan Mewah ala Perkotaan di Dalam Kapal Pesiar

Belum lagi keramahan masyarakat, juga kekayaan alamnya yang mengundang decak kagum wisatawan, membuat mereka ingin kembali mengunjungi Sabang.

“Sabang Marine Festival (SMF) ini jadi ajang promosi yang ampuh agar para yachter kambali datang ke Sabang dengan lebih bayak lagi. Kemungkinan tahun depan SMF akan kita sesuaikan dengan kegiatan-kegiatan pelayaran yang ada di Langkawi dan Phuket,” tutur Raymond.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Sayid Fadhil mengatakan telah mempersiapkan club yacht yang akan segera diresmikan saat festival tersebut pada 26 April 2018.

Yacht club tersebut akan seperti Tourist Information Centre bagi wisatawan yacht, tetapi juga memandu banyak keperluan wisata, mulai custom, karantina, hingga tour-tour wisatawan. Yacht Club tersebut akan diberi nama Sabang Marina Club.

Tarian adat Aceh menyambut para turis dan kru kapal pesiar wisata MS Seabourn Encore berbendera Bahamas/Nasau singgah di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka.KOMPAS.com/RAJA UMAR Tarian adat Aceh menyambut para turis dan kru kapal pesiar wisata MS Seabourn Encore berbendera Bahamas/Nasau singgah di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka.
“BPKS juga telah mempersiapkan tempat yang akan diresmikan yaitu Sabang Marina Club yang dipusatkan di CT 1 dan memiliki akses yang baik serta fasilitas yang baik berupa WIFI, TV Cable dan fasilitas pendukung lainnya,” kata Sayid Fadhil.

Untuk pelayanan proses checking/registrasi, BPKS telah menyiapkan Kantor Layanan Satu Pintu khusus, melibatkan Karantina Pelabuhan, Imigrasi, Bea dan Cukai serta Administrator Pelabuhan atau yang lebih dikenal dengan TIM QICP. Tim tersebut bertugas melakukan pelayanan checking kapal di Sabang secepat mungkin, bahkan kini jadi yang tercepat se-Indonesia.

Sedangkan untuk destinasi wisata, pihaknya akan mengembangkan ke arah sejarah dan budaya, sebagai salah satu potensi wisata Sabang dan Aceh selain wisata baharinya. Sayid mengatakan tengah merencanakan untuk membangun kebun raya dan tempat peristirahatan presiden di Titik Nol Sabang.

“Orang ke Titik Nol kan bingung hanya monuman aja, jadi rencana kita mau buat kebun raya seluas empat hektar yang telah disiapkan, lalu lebih keren lagi sebagai simbol nanti kita bangun tempat peristirahatan presiden, seperti Istana Cipanas,” tuturnya pada awak media.

Sedangkan potensi wisata alam di Kawasan Sabang yang digemari wisman ialah di Pulau Weh, dan Pulo Aceh yang terdiri dari Pulau Breueh dan Pulau Nasi. Di kawasan tersebut terdapat puluhan titik penyelaman dan wisata alam seperti air terjun dan lainnya.

Kapal Pesiar wisata MS. Seabourn Encore berbendera Bahamas/Nasau singgah di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/18). menempuh perjalanan dari Phuket. kapal Pesiar ini sebelumnya berlabuh dari Thailand dengan mengangkut 975 orang yang terdiri dari 552 Penumpang dan 423 kru kapal.KOMPAS.com/RAJAUMAR Kapal Pesiar wisata MS. Seabourn Encore berbendera Bahamas/Nasau singgah di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/18). menempuh perjalanan dari Phuket. kapal Pesiar ini sebelumnya berlabuh dari Thailand dengan mengangkut 975 orang yang terdiri dari 552 Penumpang dan 423 kru kapal.
Target Sabang Menjemput Cruise dan Yacht

Sabang di tahun 2018 menargetkan kunjungan 76 yacht dari 61 di tahun sebelumnya. Sedangkan untuk cruise, dari 9 kapal ditargetkan 10 kapal bersandar di tahun ini.

Untuk wisatawan penyelam, Sabang menargetkan 10.736 wisatawan, dari sebelumnya tahun 2017 sebanyak 6.210. Sehingga untuk jumlah total target kedatangan wisatawan mancanegara ke sabang tahun ini sebesar 38.681dari sebelumnya 29.084.


Komentar

Close Ads X