Kompas.com - 17/04/2018, 19:15 WIB

SANANA, KOMPAS.com – Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dari Sabang hingga Merauke memiliki tradisi yang berbeda setiap daerahnya. Seperti halnya salah satu tradisi di Kepulauan Sula yang dilakukan oleh para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengelilingi pulau dengan berjalan kaki usai melaksanakan Ujian Nasional.

Saat saya berada di Pulau Sulabes di Kepulauan Sula, Maluku Utara, terlihat serombongan remaja sedang jalan bersamaan.

Kecerian terpancar dari wajah mereka. Sesekali mereka tertawa ketika bersenda gurau bersama. Adapula beberapa dari mereka terlihat seperti kesulitan berjalan.

Penasaran apa yang mereka lakukan, saya dan rekan wartawan lainnya memanggil dan menghampiri mereka. Ternyata, mereka sedang melakukan tradisi yang sudah dilakukan turun temurun dari nenek moyang.

“Kami habis keliling pulau, ini tradisi kami (usai Ujian Nasional). Ya jalan kaki, ini sudah keliling pulau selama tiga hari, dan ini hari terakhir sudah mau pulang,” ujar salah satu siswa SMAN 1 Sanana yang melakukan tradisi ini, Fahril (17) saat ditemui di Pulau Sulabes, Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018).

Ia menjelaskan, tradisi ini biasa dilakukan oleh masyarakat di Kepulauan Sula. Maknanya sendiri adalah agar para siswa dapat mengetahui seluruh daerah mulai dari desa yang ramai penduduk hingga desa terpencil di Kepulauan Sula.

Tradisi mengelilingi pulau ini dinamakan Laka Kabalil, adapun laka memiliki artian jalan, sementara kabalil ini keliling.

“Tradisi ini sudah turun temurun dari para leluhur. Tidak wajib juga, tetapi tergantung niat seperti nazar. Biasanya di lakukan setelah Ujian Sekolah. Kalau setelah SMA kan ada yang mau melanjutkan kuliah atau bekerja, jadi biar tidak lupa dengan tanah (Sula) ini,” kata Fahril.

Rombongan tersebut terdiri dari siswa SMA 1 Sanana dan Madrasah Aliyah 1 Sanana berjumlah sekitar 30 orang. Dalam tradisi mengelilingi pulau ini, biasanya para siswa bermalam dan istirahat di rumah penduduk desa yang dijumpai.

Siswa-siswi usai melakukan tradisi mengelilingi pulau dengan berjalan kaki selepas ujian nasional di Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Siswa-siswi usai melakukan tradisi mengelilingi pulau dengan berjalan kaki selepas ujian nasional di Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (15/4/2018).

Selain itu, perjalanan ini pun menurut Fahril tidak membutuhkan uang banyak. Bila siswa hanya memiliki uang sebesar Rp 20.000 pun bisa jalan, karena biasanya mereka akan dibantu oleh para penduduk desa yang dilintasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.