Tampil Beda, Ini Soto Iga Goreng Bawang Keprabon

Kompas.com - 18/04/2018, 06:45 WIB
Soto iga goreng bawang RM Soto Iga Keprabon di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANISoto iga goreng bawang RM Soto Iga Keprabon di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Hampir seluruh warga Indonesia pasti mengenal makanan soto. Karena, hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki jenis soto yang berbeda-beda.

Seperti misalnya Soto Betawi di Jakarta, Coto Makassar di Makassar dan lain sebagainya. Di Solo yang terkenal sebagai surganya kuliner pun mempunyai jenis soto yang berbeda.

Umumnya soto disajikan dalam mangkuk kecil atau besar memiliki kuah yang bening dan aroma rempah yang khas.

Baca juga : Soto Gading, Langganan Jokowi sejak Jadi Wali Kota Solo

Untuk isian soto terdapat nasi, soun, kecambah atau tauge, potongan ayam/daging, daun bawang ditambah taburan bawang merah atau putih goreng.

Di Rumah Makan (RM) Soto Iga Keprabon di Jalan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah menyajikan kuliner soto yang berbeda. Sajian soto menggunakan daging iga sapi.

Baca juga : Menikmati Soto Sasak Tulen Amaq Ait di Lombok yang Legendaris

Menu utama di rumah makan berkonsep Joglo Jawa ini adalah Soto Iga Goreng Bawang. Soto iga goreng bawang ini terdapat dua potong iga sapi masih menyatu dengan tulangnya.

Pemilik RM Soto Iga Keprabon di Solo, Arys Buntara (48).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Pemilik RM Soto Iga Keprabon di Solo, Arys Buntara (48).
Saat digigit pun daging iga sapi terasa empuk karena terlebih dahulu direbus selama 2,5 jam. Iga sapi lalu digoreng hingga berwarna kecoklatan.

Iga sapi yang telah digoreng disajikan di piring bersama dengan irisan tomat, sambal dan bawang putih goreng. Ditambah semangkuk kuah soto lengkap dengan irisan daun bawang dan nasi putih akan memanjakan lidah Anda.

Pemilik RM Soto Iga Keprabon, Arys Buntara (48) menerangkan, kuliner soto iga goreng bawang tersebut merupakan hasil karyanya sendiri. Ia ingin menciptakan suatu kuliner soto yang berbeda dan belum pernah ada di daerah mana pun.

"Saya yakin menu ini belum ada di mana pun. Kalau sop iga sudah banyak, sop buntut sudah banyak. Kalau soto iga goreng bawang baru di sini," kata Arys di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2018).

Soto iga goreng bawang rasanya sangat lezat dan gurih. Menggunakan resep warisan nenek moyang yang ia modifikasi antara soto dengan iga goreng bawang.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengatakan, yang membedakan soto iga keprabon miliknya dengan soto lain adalah pada dagingnya. Umumnya daging untuk campuran soto tidak dibumbui.

"Di sini semua daging kita bumbui. Sehingga bumbu dagingnya sangat terasa. Daging kita pisah kita bumbui sendiri. Bawang gorengnya juga kita bumbui, kalau enggak rasanya pahit," jelas dia.

Paling enak menikmati sajian panganan tersebut saat masih hangat. Terutama untuk jenis berkuah. Belum lagi nasinya terasa pulen, menambah sensasi nikmatnya makanan itu.

Soto iga goreng bawang RM Soto Iga Keprabon di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Soto iga goreng bawang RM Soto Iga Keprabon di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2018).
Selain menu soto iga, RM Soto Iga Keprabon yang buka mulai pukul 11.00-22.00 WIB juga menyediakan menu Soto Iga Pedas, Iga Bakar, Iga Goreng Mentega, Iga Gongso, dan Soto Iga Kecil.

Harga menu soto iga di rumah makan ini dibanderol mulai Rp 12.000 per porsi hingga Rp 40.000 per porsi.

Arys mengaku sangat selektif dalam memilih iga. Ia membeli iga super dan bukan hasil daging gelonggongan. Hal ini agar pelanggan puas saat menikmati kuliner yang ia sajikan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X