Kompas.com - 19/04/2018, 08:20 WIB
Dwi 888 produsen kerupuk ikan dari Kulon Progo. Kerupuk merek menjadi pajangan di banyak kios dan toko oleh-oleh di Yogyakarta. Salah satu yang sedang naik daun adalah rengginang udang dan terasi Dwi 888. KOMPAS.com/DANI JDwi 888 produsen kerupuk ikan dari Kulon Progo. Kerupuk merek menjadi pajangan di banyak kios dan toko oleh-oleh di Yogyakarta. Salah satu yang sedang naik daun adalah rengginang udang dan terasi Dwi 888.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Camilan rengginang memang biasa. Kerupuk dari beras ketan dibentuk bulat, dimasak, dan teksturnya renyah ketika digigit maupun dikunyah. Sajian rengginang kini beragam bentuk dan rasa.

Rengginang sering kali menjadi buah tangan dari berbagai daerah dan mudah ditemui di kios-kios maupun toko oleh-oleh.

Rengginang bikinan Misron dan Dwi Haryani asal Kulon Progo, Yogyakarta, ini juga sampai menghiasi etalase-etalase minimarket dan toko oleh-oleh di Yogyakarta dan sekitarnya. Selain sebagai buah tangan, rengginang memang makanan murah dan asyik jadi teman jalan. 

“Permintaan lebih banyak memang dari luar Kulon Progo,” kata Misron, Rabu (18/4/2018).

Awalnya mereka menjual ikan wader krispi di 2012. Dalam perjalanannya, usaha mereka berkembang menjadi krupuk dengan bahan dasar ikan, mulai dari bentuk koin hingga amplang. Sebagian besar produksi mereka untuk memenuhi pajangan banyak kios dan toko oleh-oleh di Yogyakarta. KOMPAS.com/DANI J Awalnya mereka menjual ikan wader krispi di 2012. Dalam perjalanannya, usaha mereka berkembang menjadi krupuk dengan bahan dasar ikan, mulai dari bentuk koin hingga amplang. Sebagian besar produksi mereka untuk memenuhi pajangan banyak kios dan toko oleh-oleh di Yogyakarta.
Misron dan Dwi membangun pabrik kecil di Dusun Cekelan, Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, sebagai tempat memproduksi rengginang ini. Pabrik kecil itu jadi satu dengan rumah milik mereka.

Baca juga : Renyahnya Setiap Gigitan Rengginang Rengganis Benar-benar Melegenda

Rengginang mereka menembus Yogyakarta lantaran bentuk dan rasa berbeda dari banyak rengginang yang ditawarkan. Mereka membuat rengginang dalam bentuk bulat sebesar tutup botol selai.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ukuran itu tidak kebesaran maupun kekecilan seperti kebanyakan rengginang. Tiap plastik rengginang berisi sejumlah 15 keping.

Mereka membuat 4 rasa berbeda, yakni rasa bawang, manis, udang dan terasi. Khusus rasa udang dan terasi terasa pas untuk untuk mereka yang menyukai rasa tidak biasa. Rasa udang dan terasi ini lah yang kini sedang laris belakangan ini.

“Rengginang rasa udang dan terasi paling laris. Ini muncul dari ide istri,” kata Misron.

Awalnya, Misron dan Haryani membangun usaha produksi ikan goreng dan kerupuk dengan bahan ikan sejak 2012.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X