Black Thunder, Wafer Cokelat yang Wajib Dicoba di Jepang - Kompas.com
Karaksa Media Partner adalah media online penyedia berita terkini seputar Jepang dari sumber terpercaya, “Japan Walker”. Kami akan menyampaikan berita seputar Jepang terkini dari semua genre, seperti kuliner, produk & tren terbaru, festival musiman, tempat hangout, hidden spot, dan masih banyak lainnya.

Black Thunder, Wafer Cokelat yang Wajib Dicoba di Jepang

Kompas.com - 23/04/2018, 09:08 WIB
Wafer Black ThunderKARAKSA MEDIA Wafer Black Thunder

KOMPAS.com - Pecinta camilan jangan sampai melewatkan mencoba wafer cokelat Black Thunder (baca: burakku sandaa) ketika berwisata ke Jepang. Kudapan yang terjual lebih dari 100 juta buah dalam setahun ini begitu lezatnya sampai ada fans yang rela untuk datang berkunjung ke pabrik mereka di Toyohashi, Prefektur Aichi, Jepang.

Wafer Black ThunderKARAKSA MEDIA Wafer Black Thunder
Di sini para pengunjung dapat membeli banyak varian terbatas yang tidak selalu dijual di toko-toko.

Pabrik wafer Black ThunderKARAKSA MEDIA Pabrik wafer Black Thunder
Kelebihan yang bisa didapatkan jika membeli langsung Black Thunder di sini adalah promosi?Tsumehoudai seharga 1.000 yen.

Wafer Black ThunderKARAKSA MEDIA Wafer Black Thunder
Para pengunjung akan diberikan satu kantung bening yang bisa diisi sepuasnya (secara harfiah merupakan arti dari tsumehoudai) dengan wafer lezat ini hingga penuh. Setiap hari dibatasi hingga 80 orang dan setiap orang hanya dapat ikut satu kali saja.

Wafer Black ThunderKARAKSA MEDIA Wafer Black Thunder
Selain wafer cokelat, varian White Black Thunder atau yang hanya bisa dibeli secara online juga dapat ditemukan di sini.

Bagi mereka yang berbelanja lebih dari 1.000 yen, bisa mendapatkan hadiah menarik dari pabrik Black Thunder.

Informasi tempat:
Alamat : Aichi-ken, Toyohasi-shi, Haramachi-kurasha 88
Akses : 18 menit jalan kaki dari stasiun Shinjohara (Tokaido line dan Tenryu
Hamanako line)
Buka : 10.00-17.00
Libur : Tidak ada

Provided by Japan Walker™, Walkerplus™, Tokai Walker™ (30 Agustus 2017)

Komentar