Kompas.com - 28/04/2018, 11:25 WIB
Dua ibu di Kampung Pota, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT pada akhir Maret 2018 sedang menunjukkan kain tenun bermotif Congkar. KOMPAS.com/MARKUS MAKURDua ibu di Kampung Pota, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT pada akhir Maret 2018 sedang menunjukkan kain tenun bermotif Congkar.

BORONG, KOMPAS.com - Perempuan yang tersebar di kampung-kampung dan pedesaan di lima Kecamatan di Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur terus merawat warisan tenun yang menjadi identitas dan harga diri dari masyarakat setempat khususnya dalam budaya.

Kaum perempuan yang berada di pelosok Manggarai Timur merasa risih apabila dalam berbagai upacara adat maupun atraksi budaya kalau tidak memakai kain tenun.

Walaupun kaum perempuan masih bergelut dengan urusan domestik serta mengerjakan lahan-lahan pertanian saat musim tiba.

Baca juga : Peting Ghan Nalun Weru, Ritual Sakral Suku Nggai di Flores

Kaum perempuan setia merawat warisan leluhur itu walaupun mereka harus  membagi waktu antara menanam padi, memetik kopi, mengurusi urusan domestik dalam keluarga dan menenun.

Tenun Flores, Nusa Tenggara Timur motif Nagekeo dan Ngada.
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Tenun Flores, Nusa Tenggara Timur motif Nagekeo dan Ngada.
Kelima kecamatan di Manggarai Timur yang masih menenun tenun kain songke dengan khas kecamatan masing-masing adalah Kecamatan Elar, Kecamatan Lambaleda, Kecamatan Sambirampas, Kecamatan Pocoranaka Timur dan Kecamatan Pocoranaka.

Di Kecamatan Elar, kaum perempuan menenun tenunan motif Rembong, Kecamatan Sambirampas dengan motif Congkar, di Kecamatan Lambaleda dengan motif Lambaleda, Kecamatan Pocoranaka Timur dengan motif Pocoranaka Timur dan Pocoranaka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : 5 Fakta Menarik tentang Wae Rebo di Flores

Motif Congkar dengan bergaris-garis di kain songkenya, motif Rembong dengan bulat-bulat seperti bulan, motif Lambaleda dengan berbentuk jaring-jaring dan motif Pocoranaka Timur dan Pocoranaka dengan berbentuk ayam.

Seorang ibu dengan kain tenun flores.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Seorang ibu dengan kain tenun flores.
Kaum perempuan yang merawat warisan leluhur itu belajar secara otodidak melalui ibu mereka. Mereka belajar dengan melihat ibu mereka yang sedang menenun di dalam rumah.
Bahkan, kaum perempuan yang masih merawat warisan itu berpendidikan lulusan sekolah dasar.

Saat ini belum ada anak-anak gadis yang mau belajar tenun kecuali ibu-ibu yang sudah berkeluarga.

Itu pun ibu-ibu yang sudah berkeluarga membagi waktu dengan pekerjaan di sawah, di kebun, mengurus anak sekolah dan maupun melayani kebutuhan suami mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.