Hati-hati, Ini Cara Beri Makan Rusa di Nara Park Jepang - Kompas.com

Hati-hati, Ini Cara Beri Makan Rusa di Nara Park Jepang

Kompas.com - 05/05/2018, 09:02 WIB
Wisatawan memberi makan rusa di Nara Park Jepang.Visitnara.jp Wisatawan memberi makan rusa di Nara Park Jepang.

 JAKARTA, KOMPAS.comNara Park di Jepang adalah salah satu taman yang menjadi rumah untuk lebih dari 1.000 rusa. Rusa-rusa tersebut pun merupakan hewan yang dilindungi.

Ketika Anda berjalan-jalan di sana tentu akan menemukan rusa yang sedang berkeliaran.
Tak jarang para pengunjung pun memberikan makanan pada rusa. Memang sepintas rusa-rusa terlihat begitu lucu ketika menghampiri untuk mendapatkan makanan.

Namun, ternyata rusa tersebut pun cukup agresif saat ingin mendapatkan makanan. Alhasil semakin hari banyak pengunjung yang terluka akibat gigitan rusa.

Pihak berwenang di Nara Park Jepang juga memberikan tips kepada para pengunjung yang datang ke sana.

"Karena mereka adalah hewan liar, mereka akan marah jika orang-orang menggodanya," kata petugas Nara, Yuichiro Kitabata seperti yang dilansir KompasTravel dari Asiaone.

Oleh sebab itu hal yang dilakukan ketika memberi makan dan menyudahi waktu makan rusa yakni para pengunjung bisa memberikan isyarat pada rusa.

Rusa di Nara Park JepangVisitnara.jp Rusa di Nara Park Jepang
Bila ingin memberi makan, ambilah segera biskuit untuk mereka. Tetapi, jika biskuit di tangan Anda telah habis, maka berilah isyarat bahwa Anda tidak akan memberi makanan lagi pada rusa.

“Misalnya, jika Anda membiarkan mereka (rusa) menunggu saat memberi makan, mereka (rusa) bisa menggigit Anda. Tetapi tidak semua turis tahu mereka (rusa) liar,” kata Kitabata.

Selain itu juga ada pendampingan orang tua bila anak-anak ingin memberikan makan pada rusa.

Adapun Nara Park ini telah menjadi daya tarik wisata di Jepang. Setiap tahunnya ada sekitar 13 juta pengunjung di sana.

Adanya peningkatan wisatawan yang berkunjung pun ternyata membuat bertambahnya jumlah orang yang terluka karena rusa.

Kitabata mengatakan jumlah orang terluka melonjak bahkan memecahkan rekor. Data hingga Maret terhitung ada 180 kali kejadian.


Komentar
Close Ads X