Kuliner Pedas Dapat Perhatian dari Universitas Gadjah Mada

Kompas.com - 09/05/2018, 12:14 WIB
Ayam geprek sambal. Kompas.com/Iwan SupriyatnaAyam geprek sambal.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Seminar Kuliner Citarasa Pedas bertajuk 'Mengungkap Keunikan Kuliner Bercita Rasa Pedas', di Gedung Balai Pamungkas, Selasa (8/5/2018).

Seminar ini menghadirkan narasumber ahli di bidang kuliner dan para pebisnis kuliner pedas.

"Ini bentuk kepedulian kita terhadap kuliner Indonesia supaya bisa dikenal di dalam negeri secara global, dan juga dapat memberi inspirasi bisnis bagi generasi muda ke depan," kata Dekan FTP UGM, Dr. Ir. Eni Harmayani, M. Sc. ditemui di lokasi seminar.

Baca juga : Pencinta Pedas, Ada Ayam Spicy di McDonalds, Yuk Coba!

Teman kuliner pedas diangkat untuk seminar disebutkan Eni karena menjadi tren di kalangan anak muda.

"Beberapa tahun ini kuliner pedas ini fenomenal, disukai kalangan anak muda. Bermula dari warung-warung tenda dan sekarang juga di restoran, sampai ke restoran luar negeri juga diterima dengan bagus," sebut Eni.

Baca juga : Sejak Kapan Masyarakat Indonesia Mengonsumsi Sambal?

Deretan narasumber ternama hadir untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa dan masyarakat. Mereka adalah Pemerhati Kuliner Indonesia dan penulis buku kuliner Prof. Dr. Murdijati Gardjito, Sejarawan Makanan Univ. Padjajaran Fadly Rahman, S.S., M.A., Jurnalis dan Penulis Serjarah Kuliner Andreas Maryoto, S.T.P., M.A., Analisis kuliner Rima Sjoekri.

Berikutnya Guru Besar FTP UGM Prof. Dr. Sri Raharjo dan Prof. Dr. Yudi Pranoto, dan Koki Made Witara S.ST., M.M dari Indonesian Chef Association.

Seminar Kuliner Citarasa Pedas dari FTP UGM, Selasa (8/5/2018).Kompas.com/Silvita Agmasari Seminar Kuliner Citarasa Pedas dari FTP UGM, Selasa (8/5/2018).
Tak lupa Para pebisnis kuliner sambal seperti pemilik Waroeng Spesial Sambal 'SS' Yoyok Hery Wahyono, dan pemilik tepung bumbu Rizqiyya Ronni Arianto, ST.P., dan pengelola Ayam Penyet Surabaya H.Sugiri, S.T.P. berbagi pengalaman bagi peserta.

Dalam acara tersebut pembahasan kuliner pedas di Indonesia dibahas secara mendalam dari mulai sejarah, penyebaran sambal dan jenis di Indonesia, pembuatan sambal, sampai manajemen bisnis sambal beserta tantangannya di masa kini.

"Kita ingin menyatakan jika kuliner pedas itu warisan busaya Indonesia dan itu akan kita kembangkan," jelas Eni.

Kelanjutan dari seminar ini FTP UGM menyelenggarakan Jogja Pedas Festival dari 10-12 Mei 2018 di Hartono Mall. Acara tersebut dimeriahkan dengan demo memasak, hiburan, workshop, serta pertunjukan seni dan budaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X