Prediksi Pariwisata Setelah Terjadinya 2 Teror dalam Seminggu ini - Kompas.com

Prediksi Pariwisata Setelah Terjadinya 2 Teror dalam Seminggu ini

Kompas.com - 13/05/2018, 18:29 WIB
Ilustrasi TerorismeShutterstock Ilustrasi Terorisme

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam satu minggu ini terjadi teror di dua kota besar sekaligus, yaitu Jakarta dan Surabaya. Sektor pariwisata dipastikan turun, terlebih menghadapi low season disaat puasa.

“Kita sangat khawatir pasca kejadian teror-teror ini. Bulan puasa itu low season juga ya, pasti akan terjadi penurunan-penurunan yang tidak bisa kita hindari,” ujar Asnawi Bahar, Ketua Umum Asosiasi Agen Tour Travel Indonesia (ASITA), saat dihubungi KompasTravel, Minggu (13/5/2018).

Kemungkinan terjeleknya, akan ada travel warning ke Indonesia dari negara-negara yang sangat memerhatikan keamanan wisatawannya.

Menurut Asnawi, negara yang paling sering mengeluarkan travel warning perihal keamanan teror ialah Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, dan Australia.

“Berdasarkan pengalaman, akan terjadi penurunan tetapi tidak banyak, sekitar tiga sampai persen, kalau proses recovery-nya benar dan cepat,” tutur Asnawi.

Namun, penurunan tersebut sangat bergatung pada bagaimana proses rekondisi keamanan oleh berbagai pihak. Mulai dari para penggiat industri pariwisata hingga pemerintah.

“Penurunannya tergantung bagai mana kita berikan informasi pada dunia internasional, bahwa kita bisa cepat meyelesaikan ini dengan meminimalisir dampaknya, dan kita harapkan kejadian ini tidak  terjadi di tempat lain,” terang Asnawi.

ASITA imbau jangan ada pembatalan

Pasca teror ataupun bencana, menurut Asnawi tidak ada pembatalan dari pihak biro travel. Pembatalan biasa terjadi langsung dari calon wisatawan.

Menurutnya, pihak ASITA sebisa mungkin akan mengalihkan destinasi agar tidak ada pembatalan.

“Kami selalu berusaha untuk tidak ada pembatalan, akan kita alihkan ke destinasi lain. Tapi banyak turis yang datang booking sendri via online pasti akan membatalkan, dan ini sangat sulit kita atur,” terangnya.

Menilik ke belakang saat peristiwa erupsi Gunung Agung di Bali, menurut Asnawi, banyak wisatawan yang datang dengan booking sendiri via online tidak bisa keluar dari Bali.

“Himbauan saya tegas, jangan ada pembatalan. Yakinkan para calon wisatawan yang ingin datang ke Jawa Timur, atau Indonesia agar tidak membatalkan karena Indonesia sangat besar, tidak hanya Surabaya,” jelas Asnawi.


Komentar

Close Ads X