4 Festival Top Branding Nasional Digelar di NTT Tahun Ini - Kompas.com

4 Festival Top Branding Nasional Digelar di NTT Tahun Ini

Kompas.com - 17/05/2018, 19:59 WIB
Wisatawan berpose dengan komodo dalam jarak aman yang ditentukan ranger.Ranger TN Komodo, Sulaiman Wisatawan berpose dengan komodo dalam jarak aman yang ditentukan ranger.

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu mengatakan, ada sejumlah agenda besar di NTT yang akan digelar pada tahun 2018.

"Empat festival itu yang digelar tahun 2018 ini sudah menjadi top branding nasional," kata Marius kepada KompasTravel, Rabu (16/5/2018).

Yang pertama, menurut Marius, Festival Komodo di Labuan Bajo yang digelar selama lima hari yakni 5-10 Maret 2018.

Baca juga: 8 Fakta Seputar Komodo, Hewan Purba yang Hanya Ada di Indonesia

Selanjutnya Festival Kebangsaan di Kabupaten Ende yang berlangsung pada 20-31 Mei 2018.

Setelah itu, lanjut Marius, Festival Tenun Ikat Sumba dan Parade Kuda Sandalwood di Pulau Sumba pada 5-12 Juli.

Kemudian Festival Likurai di Fulan Fehan, Kabupaten Belu, pada 24-28 Juli.

Patung Bung Karno di samping pohon sukun di kompleks Pelabuhan Bung Karno, Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/7/2016). Kota ini menyimpan sejarah panjang perihal sepak terjang Ir Soekarno atau Bung Karno selama empat tahun (14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938) menjalani pengasingan.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Patung Bung Karno di samping pohon sukun di kompleks Pelabuhan Bung Karno, Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/7/2016). Kota ini menyimpan sejarah panjang perihal sepak terjang Ir Soekarno atau Bung Karno selama empat tahun (14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938) menjalani pengasingan.
Menurut Marius, selain empat festival itu terdapat juga dua kegiatan besar lainnya yakni Bulan Soekarno pada bulan Juni dan Tour de Flores yang digelar November.

"Dengan adanya kegiatan festival itu, saya mengundang para wisatawan domestik dan internasional untuk datang dan menyaksikan langsung keunikan festivalnya," tutur Marius.

Menurut Marius, para wisatawan yang berkunjung ke NTT tak perlu khawatir dengan adanya sejumlah aksi teror yang terjadi di wilayah Surabaya dan Pekanbaru, karena pihaknya tentu berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga kenyamanan wisatawan di NTT.

Presiden Joko Widodo menghadiri Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (12/7/2017). NTT juga akan menggelar perhelatan internasional bertajuk Tour de Flores pada 14-20 Juli 2017. Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu.RAIYANI MUHARAMAH Presiden Joko Widodo menghadiri Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (12/7/2017). NTT juga akan menggelar perhelatan internasional bertajuk Tour de Flores pada 14-20 Juli 2017. Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu.
Marius menyebut, sejumlah negara telah mengeluarkan travel advice seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Hongkong, Singapura dan Irlandia terkait potensi teror di Indonesia.

"Tetapi itu bukan travel warning, namun hanya peringatan bagi warga negara mereka," katanya.

Indonesia, lanjut Marius, pernah mengeluarkan travel advice saat terjadi teror bom di Perancis pada tahun 2015 dan itu tentu menjadi hal yang lumrah.

"Khusus di NTT, kami juga tetap berkoordinasi dengan Forkopimda baik itu Polda dan Korem serta BIN, untuk memastikan keamanan para wisatawan kita yang berkunjung ke NTT. Dan itu tidak ada hal yang mengkhawatirkan secara berlebihan dan semuanya itu berjalan sesuai dengan jalurnya," katanya.

Pebalap-pebalap dari tim nasional Indonesia dan Prima Indonesia berlatih mengenal jalur di kawasan Pantai Wai Batalolong, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/5/2016). Sedikitnya seratus pebalap dari 16 negara yang tergabung dalam 20 tim akan mengikuti lomba balap sepeda Tour de Flores 2016 yang menempuh rute Larantuka (Flores Timur) menuju Labuan Bajo (Manggarai Barat) dengan jarak 661,5 kilometer.KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pebalap-pebalap dari tim nasional Indonesia dan Prima Indonesia berlatih mengenal jalur di kawasan Pantai Wai Batalolong, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/5/2016). Sedikitnya seratus pebalap dari 16 negara yang tergabung dalam 20 tim akan mengikuti lomba balap sepeda Tour de Flores 2016 yang menempuh rute Larantuka (Flores Timur) menuju Labuan Bajo (Manggarai Barat) dengan jarak 661,5 kilometer.
Dia memaparkan, kedatangan wisman ke Indonesia dan khususnya di NTT tentu menjadi bagian dari upaya menciptakan dunia yang damai, karena adanya pertemuan antara orang dari berbagai etnis, suku, kebudayaan dan negara, sehingga saling berbaur, bekerja sama, mengagumi budaya dan keindahan alam.

"Pariwisata menjadi media untuk mempersatukan warga dunia. Saling berkunjung, tentu orang akan saling mengenal satu sama lain," katanya.



Close Ads X