Mengunjungi Hainan, "Hawaii"-nya China Cuma Rp 2,9 Juta

Kompas.com - 21/05/2018, 11:42 WIB
wisatawan di Yalong Bay, yang dijuluki sebagai Hawaiinya China di Sanya, Provinsi Hainan, Sabtu (14/10/2017).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA wisatawan di Yalong Bay, yang dijuluki sebagai Hawaiinya China di Sanya, Provinsi Hainan, Sabtu (14/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisatawan Indonesia kini tak perlu jauh-jauh ke Hawaii. Dengan membeli paket tur seharga Rp 2,9 juta, wisatawan Indonesia bisa mengunjungi pantai Yalong Bay yang dikenal sebagai "Hawaii"-nya China di Pulau Hainan.  

Pulau Hainan kian bersolek menyambut wisatawan. Berbatasan dengan Vietnam, pulau seluas 34.438 kilometer persegi itu memiliki banyak destinasi wisata menarik seperti Indonesia.

Alamnya pun mirip dengan Indonesia. Iklimnya tak beda jauh dengan Indonesia. Orang Indonesia akan merasakan seperti berada di rumah sendiri saat tiba di Hainan.

Baca juga: Hainan Serius Membidik Turis Indonesia
 
China menetapkan Hainan sebagai pulau pariwisata internasional pada tahun 2008.

Toko suvenir di Yalong Bay yang dijuluki sebagai Hawaiinya China di Sanya, Provinsi Hainan, Sabtu (14/10/2017).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Toko suvenir di Yalong Bay yang dijuluki sebagai Hawaiinya China di Sanya, Provinsi Hainan, Sabtu (14/10/2017).
Haikou, sebagai ibu kota Provinsi Hainan berada di utara dan Sanya sebagai kota turis dan dipenuhi hotel-hotel internasional berada di selatan.

Ayo Wisata memperkenalkan paket 4 hari 3 malam ke Hainan.

"Wisatawan Indonesia akan diajak mengunjungi Haikou, Desa Bali, desa wisata di Yetian Miao, Nanshan, dan Yalong Bay yang dikenal sebagai 'Hawaii'nya China," kata Executive VP Ayo Wisata, Osean A Untung kepada KompasTravel, Sabtu (12/5/2018).

Baca juga: Jangan Malu Meniru Hainan Mengelola Pariwisata

Menurut Osean, biaya Rp 2.990.000 ditambah PPN 1 persen sudah mencakup tiket Jakarta-Haikou (PP) menggunakan Sriwijaya Air, akomodasi 3 malam, makan 3 kali sehari, transportasi, tour, tiket masuk obyek wisata, asuransi perjalanan, visa China group, serta 3 kali kunjungan ke tempat belanja.

Wisatawan Indonesia di Sanya, Provinsi Hainan, China, Jumat (13/10/2017).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Wisatawan Indonesia di Sanya, Provinsi Hainan, China, Jumat (13/10/2017).
"Di akhir perjalanan, masing-masing peserta tour memberikan tipping Rp 280.000 yang akan dikumpulkan untuk diberikan kepada sopir, pemandu wisata lokal dan tour leader yang memandu kita selama berwisata di Hainan," katanya.

Osean menjelaskan, minimal keberangkatan bila peserta mencapai 20 orang. Mengapa paket wisata begitu murah? "Karena ada subsidi dari Pemerintah Provinsi Hainan," katanya.

Ayo Wisata memperkenalkan paket ini untuk menyasar orang Indonesia yang memiliki waktu luang dan ingin jalan-jalan ke Hainan.

Desa Bali di Kabupaten Xin Long, Hainan, China, Sabtu (14/10/2017).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Desa Bali di Kabupaten Xin Long, Hainan, China, Sabtu (14/10/2017).
"Paling tidak bisa membuka mata orang Indonesia, bagaimana seriusnya China, khususnya provinsinya bahkan selevel kecamatan bersinergi bersama-sama dengan pelaku industri pariwisata dala menggerakkan roda perekonomian lokal," kata Osean.

Yang menarik lagi adalah wisatawan Indonesia akan diajak mengunjungi Desa Bali di Kabupaten Xin Long.

Dulu, Desa Bali ini merupakan penampungan warga Tionghoa dari negara-negara Asia Tenggara tahun 1960-an, termasuk dari Indonesia. Warga Tionghoa dari Indonesia yang datang ke Hainan tentunya membawa budaya Indonesia.

Tarian Indonesia menghibur wisatawan di Desa Bali, Kabupaten Xin Long, Hainan, China, Sabtu (14/10/2017).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Tarian Indonesia menghibur wisatawan di Desa Bali, Kabupaten Xin Long, Hainan, China, Sabtu (14/10/2017).
Di desa milik orang Indonesia yang sekarang disewakan kepada pihak swasta ini wisatawan Indonesia seolah-olah berada di rumah sendiri.

"Jika berminat, di tempat ini wisatawan akan dipandu untuk membuat kue semprong. Bahkan ada panggung yang kerap menampilkan kesenian Indonesia," ujar Osean.

Saat memasuki Desa Bali, lanjut Osean, candi bentar khas Bali menyambut wisatawan yang datang. "Miriplah dengan suasana pedesaan di Bali, padahal wisatawan sedang berada di China," tambahnya.



Close Ads X