Tips Menyimpan Kurma dari Pedagang Kurma di Pasar Tanah Abang

Kompas.com - 24/05/2018, 19:12 WIB
Jenis kurma nabi atau kurma ajwa yang identik dengan kurma kesukaan Rasulullah, dijual di Pasar Tanah Abang Blok B, Rabu (23/5/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAJenis kurma nabi atau kurma ajwa yang identik dengan kurma kesukaan Rasulullah, dijual di Pasar Tanah Abang Blok B, Rabu (23/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain saat musim Ibadah Haji, bulan Ramadhan menjadi panen bagi para pedagang kurma. Saat dua musim itu pedagang kurma kerap kehabisan persediaan.

Namun, saat diluar musim itu, kurma terpaksa disimpan lama karena pembeli tidak sebanyak saat musim haji dan bulan Ramadhan.

Para pedagang kurma punya trik tersendiri untuk menyimpan kurma agar awet dan tahan lama.

Sebelumnya perlu diketahui maksimal kedaluwarsa kurma yang berkualitas kisaran satu setengah tahun saja. Ada juga kurma yang hanya bisa disimpan enam bulan hingga satu tahun.

Baca juga: Berburu Kurma di Tanah Abang, Ini Kisaran Harganya

Rofiuddin, salah satu penjual kurma di dalam Pasar Tanah Abang Blok C memilih menyimpan kurma di kulkas untuk jangka waktu tiga bulan paling lama. Ia tidak mau menyimpan lebih lama dari tiga bulan.

“Biasanya sebelum tiga bulan sudah re-stock lagi sih, jadi gak mau lama-lama,” tuturnya kepada KompasTravel, Rabu (23/5/2018).

Penjual kurma di Pasar Tanah Abang Blok B, Rabu (23/5/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Penjual kurma di Pasar Tanah Abang Blok B, Rabu (23/5/2018).
Jika kurma disimpan di luar kulkas sebisa mungkin dalam keadaan kedap udara agar tidak mudah busuk.  Menyimpan kurma tidak bisa disatukan dengan yang beda jenis, beda kualitas, dan beda kedaluwarsa.

Baca juga: Cerita soal Kurma, dari Oleh-oleh Haji sampai Suguhan Raja...

Jika kurma kedaluwarsa dan disatukan dengan yang masih lama, dikhawatirkan saat kurma satu mulai membusuk, kutunya akan menular ke jenis kurma yang lebih lama kedaluwarsanya.

Kurma itu kalau sudah kedaluwarsa, buruknya tidak bau. Cuma ada binatang kayak kutu. Itu khawatirnya bisa nular ke kurma lain,” kata Rofiuddin.

Sedangkan penyimpanan kurma di lemari pendingin baik di freezer atau bukan bisa menjaga kualitas. "Namun jika di frezeer bisa membuat tekstur kurma menjadi keras saat dikeluarkan," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X