Ini yang Harus Anda Lakukan ketika Bagasi Hilang Saat Penerbangan... - Kompas.com

Ini yang Harus Anda Lakukan ketika Bagasi Hilang Saat Penerbangan...

Kompas.com - 31/05/2018, 14:43 WIB
Ilustrasi koper penuh dengan uang.THINKSTOCK Ilustrasi koper penuh dengan uang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mudik dengan menggunakan moda transportasi udara menjadi pilihan favorit pemudik.

Tiba di kampung halaman lebih cepat, meski uang yang dikeluarkan jauh lebih besar saat musim mudik seperti ini.

Budget yang dikeluarkan lebih besar, tentu Anda tak ingin gigit jari saat mendapai bagasi hilang ketika tiba di tempat tujuan.

Baca juga: Alhamdulilah, Pencuri Bagasi Penumpang Pesawat Sudah Ditangkap

Namun, jika hal ini terjadi, ada baiknya Anda mengetahui langkah apa yang harus dilakukan untuk menindaklanjutinya.

Kementerian BUMN, melalui akun resmi Twitter-nya, @KemenBUMN, memberikan sejumlahi informasi soal ini.

Ada tiga langkah yang dapat dilakukan ketika bagasi hilang saat penerbangan, yaitu:

1. Hubungi customer service maskapai yang bersangkutan.
2. Buat laporan kehilangan lost & found dengan mendeskripsikan barang yang hilang, kemudian sertakan identitas diri dan boarding pass.
3. Tunggu informasi dari maskapai yang bersangkutan.

Prosedur maskapai

Selain itu, langkah antisipatif lain yang bisa Anda lakukan, ketahui prosedur pengurusan bagasi hilang pada maskapai yang Anda gunakan.

Pelaporan bagasi setiap maskapai berbeda-beda.

Garuda Indonesia, misalnya, dalam situs web resminya, menyebutkan, bagasi penumpang hanya mencakup barang, benda, atau properti lainnya yang dipakai dan dibutuhkan untuk kenyamanan selama perjalanan.

Garuda Indonesia menyediakan akses untuk mengetahui informasi mengenai status bagasi dengan memasukkan nama dan nomor referensi yang disediakan petugas saat melakukan pelaporan.

Para penumpang wajib melaporkan ke kantor Baggage Service di area kedatangan sebelum meninggalkan bandara apabila bagasi tidak diterima pada waktu kedatangan atau bagasi dalam keadaan rusak.

Jika Anda menggunakan penerbangan internasional, diberikan batas waktu pelaporan kerusakan selama tujuh hari.

Laporan tersebut wajib dilengkapi dengan dokumen baggage tag number, kartu identitas, dan boarding pass.

Kemudian, petugas akan memberikan bukti laporan yaitu Property Irregularity Report (PIR).

Proses ini dilakukan dalam kurun waktu 14 hari. Jika ditemukan, bagasi akan diantar ke alamat yang tercatat dalam dokumen PIR.

Jika bagasi tidak ditemukan, dapat dilakukan klaim ganti rugi.

Pelaporan atas kehilangan atau kerusakan bagasi yang diterima setelah meninggalkan area kedatangan (kecuali penerbangan internasional) atau tidak disertai kelengkapan dokumen wajib, akan ditindaklanjuti tanpa ada kewajiban untuk memberikan ganti rugi.

Garuda Indonesia bertanggung jawab dalam hal membantu proses pencarian dari laporan bagasi hilang.

Sementara itu, maskapai penerbangan Citilink, melalui situs web resminya, memastikan bagasi penumpang tiba tepat waktu dan dengan kondisi yang sama saat menerimanya.

Jika bagasi hilang atau rusak, penumpang dapat meminta bantuan staf di Gerai Bagasi Citilink yang berada di bandara kedatangan.

Selain itu, jika di bandara kedatangan tidak terdapat Gerai Bagasi Citilink, penumpang dapat meminta bantuan staf di Meja Layanan Citilink.

Apabila bagasi rusak, penumpang harus menunjukkan bagasi tersebut ke staf untuk dipelajari tingkat kerusakannya.

Tips agar bagasi tak hilang

Selain mengetahui prosedur pengurusan bagasi hilang, Anda juga bisa melakukan sejumlah langkah pencegahan lainnya, misalnya:

1. Datang lebih awal

Dengan datang lebih awal, Anda punya cukup waktu untuk menjalani proses screening pada barang bawaan Anda.

Sebelum menaruh tas ke ban berjalan saat check-in, pastikan label rute pada tas sudah benar menuju destinasi akhir perjalanan Anda.

Jika Anda harus transit, hindari penerbangan yang memiliki waktu transit pendek. Sebab, kemungkinan kehilangan bagasi akan meningkat.

2. Persiapkan bawaan Anda

Beri penanda pada tas atau koper yang Anda bawa. Jangan lupa memberikan informasi kontak Anda di dalam tas.

Dengan demikian, jika label identitas di luar rusak, pihak maskapai punya pilihan lain untuk melacak identitas pemilik tas dan menghubungi Anda.

Jangan pernah menaruh barang berharga di koper bagasi. Bawalah barang seperti ini di tas yang Anda jinjing.

3. Gunakan alat pelacak

Beragam jenis alat pelacak yang dilengkapi dengan GPS sudah dijual beberapa perusahaan saar ini.

Walau tak bisa mencegah bagasi Anda hilang, tetapi akan membantu proses pencarian jika hal itu terjadi.

Selengkapnya, baca:
4 Tips agar Bagasi Penumpang Tak Hilang

Kompas TV Pemerintah hanya memperketat aturan yang sudah lama terbit, yaitu pengenaan bea masuk dan pajak barang tertentu.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X