Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Urus Visa Wisata ke Israel - Kompas.com

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Urus Visa Wisata ke Israel

Kompas.com - 01/06/2018, 03:05 WIB
Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.AFP Photo/Thomas Coex Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.

JAKARTA, KOMPAS.com - Konflik Israel dan Palestina yang berkepanjangan berimbas pada pengamanan ekstra ketat terhadap wisatawan yang mau memasuki kedua negara itu.

Terutama Israel sebagai pintu gerbang wisatawan yang juga ingin ke Palestina. Prosedur pengamanan dan beberapa syarat khusus dikeluarkan pihak keimigrasian Israel untuk wisatawan yang ingin masuk kawasannya. 

"Masuk Israel sendiri itu pengamannnya sudah sangat ketat, sangat sulit ke sana untuk pertama kali. Repot banget, salah ngomong sedikit saja, repot urusannya di Israel," kata Ketua Umum Asosiasi Tour Travel Agent Indonesia (Asita) Asnawi Bahar saat merespon larangan wisatawan Indonesia masuk Israel pada KompasTravelKamis (31/5/2018).

(Baca juga: Per 9 Juni, Turis Indonesia Dilarang Masuk ke Israel)

Menurut pemilik Mala Tours, salah satu agen tour travel yang rutin mengakomodir wisatawan ke Israel-Palestina, Melissa Agustiana mengatakan memang terkesan sulit untuk masuk ke sana, Namun, jika sudah beberapa kali pergi ke Israel tentu mudah.

Ribuan warga Muslim Palestina memadati Masjid Al-Aqsa setiap waktu Shalat Jumat.  REUTERS Ribuan warga Muslim Palestina memadati Masjid Al-Aqsa setiap waktu Shalat Jumat.
Ia menjelaskan prosedurnya, wisatawan Indonesia perlu menyiapkan beberapa dokumen mulai scan paspor, scan kartu keluarga, dan scan KTP. Selanjutnya diwajibkan untuk mengisi form khusus.

"Form dari mereka yang tidak terlalu banyak sih, mulai biodata sama data orang tua sampai kakek nenek kita, karena mereka mengantisipasi yang punya keturunan dengan Nazi pasca holocaust," tutur Melissa pada KompasTravel pada hari yang sama.

Baca juga: ASITA: Wisata ke Israel Harus Kita Alihkan Dulu

Jika wisatawan yang ternyata punya riwayat keturunan Nazi, maka akan masuk pemeriksaan lebih lanjut, dilarang masuk, dan didata untuk di-blacklist.

Tentu lebih mudah wisatawan yang datang bersama rombongan agen tour travel dibandingkan pergi sendiri. Menurutnya, hampir tidak mungkin turis Indonesia bisa masuk sendiri ke Israel tanpa bantuan, meskipun dirinya pernah saat diundang warga Israel.

Tembok RatapanKOMPAS/TRIAS KUNCAHYONO Tembok Ratapan

Sementara itu, Fransiska Anggraini wisatawan yang pernah berkunjung ke Israel junga mengungkapkan hal yang sama. Ia tidak merekomendasikan untuk datang sendiri ke sana tanpa menggunakan agen tour travel.

"Kalau paspor hijau ke Yerusalem emang sebaiknya ikut tur. Imigrasi di sana ketat banget untuk negara-negara (mayoritas) Islam. Sadar diri dia dimusuhin kanan kiri," tutur Fransiska saat dihubungi KompasTravel pada hari yang sama.

(Baca juga: Israel Tutup Pintu untuk Turis Indonesia, Ini 3 Situs Agama Paling Penting)

Saat terakhir ia berkunjung ke sana (2014) beberapa negara menolak menerima wisatawan yang memiliki cap imigrasi Israel di paspornya. Hal itu berakibat Israel tidak memberlakukan cap langsung di paspor wisatawan.

"Jadi pake kertas izin imigrasi khusus yang diselipkan di paspor, nanti di capnya di situ, jadi ga ada bekas di paspor kalau pernah ke Israel," tuturnya.

Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.THOMAS COEX / AFP Dome of the Rock, yang berada di kompleks yang sama dengan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.
Nama identik muslim

Melissa mengatakan, bagi wisatawan yang memiliki nama identik muslim, seperti "Muhammad" dan "Siti" akan mendapat pemeriksaan yang lebih lama.

"Pengalaman kita kalau nama-nama muslim walaupun itu orang Kristen bisa agak lama prosesnya, kalau yang lain lima menit selesai, nama muslim 15-20 menit di pihak imigrasinya," terang Melissa.

Baca juga: Israel Tutup Pintu untuk Turis Indonesia, Ini 3 Situs Agama Paling Penting

Namun, menurutnya jika bepergian dengan agen tour travel yang sudah berpengalaman ke sana, akan lebih mudah. Meski sedikit lama, tetapi tetap ada kepastian untuk masuk.

Hal itu menurutnya, karena rekanan agen perjalanan Israel yang bekerjasama dengan tour travel tersebut sudah berlisensi.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X