Hari Lahir Pancasila, Ini Wisata Napak Tilas Perjuangan Soekarno di Ende

Kompas.com - 01/06/2018, 19:30 WIB
Patung Bung Karno di tengah Taman Renungan Bung Karno di kawasan pantai kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (7/1/12). Di tempat inilah, Bung Karno sering menghabiskan waktu untuk menggali nilai-nilai Pancasila saat dibuang oleh Belanda tahun 1934-1938.  HENDRA A SETYAWAN Patung Bung Karno di tengah Taman Renungan Bung Karno di kawasan pantai kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (7/1/12). Di tempat inilah, Bung Karno sering menghabiskan waktu untuk menggali nilai-nilai Pancasila saat dibuang oleh Belanda tahun 1934-1938.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur menyimpan sejarah panjang perjuangan Bung Karno selama empat tahun (14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938) menjalani pengasingan.

Kerap dikucilkan jauh dari keramaian, Bung Karno yang biasa dikerumuni dan dielu-elukan massa saat menyampaikan pidatonya sempat frustrasi dibuang ke tanah Flores.

Pemerintah kolonial Hindia Belanda saat itu sangat ketat membatasi pergaulan Bung Karno dengan masyarakat setempat, khususnya masyarakat kalangan atas.

Di kota yang damai ini, selama masa pengasingan, Bung Karno merenungkan Pancasila yang menjadi dasar kehidupan bernegara Indonesia.

Rumah pengasingan Bung Karno di Ende. Menurut cerita tutur, Bung Karno menimba air sumur dua kali sehari untuk olahraga dan mandi sekeluarga.  J PAMUDJI SUPTANDAR Rumah pengasingan Bung Karno di Ende. Menurut cerita tutur, Bung Karno menimba air sumur dua kali sehari untuk olahraga dan mandi sekeluarga.

Untuk menapaki pejuangannya, Anda bisa mulai mengunjungi Taman Perenungan Bung Karno di Kelurahan Rukun Lima. Patung Bung Karno duduk merenung terlihat kokoh di bawah pohon sukun bercabang lima sambil menatap ke arah laut.

Pohon sukun yang kini disebut Pohon Pancasila itu merupakan pohon sukun yang ditanam tahun 1981. Pohon sukun asli saat Bung Karno di Ende tumbang sekitar tahun 1960.

Setelah mengunjungi patung Bung Karno di bawah pohon sukun, wisatawan bisa menuju Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira.

Rumah Pengasingan Bung Karno ini merupakan satu dari 10 situs penting yang terkait dengan kehidupan Bung Karno di Ende.

Kawah Danau Kelimutu di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, saat matahari terbit, Kamis (25/5/2017) sebelum diselimuti kabut tebal dan kawah itu tak dapat dilihat lagi. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kawah Danau Kelimutu di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, saat matahari terbit, Kamis (25/5/2017) sebelum diselimuti kabut tebal dan kawah itu tak dapat dilihat lagi.

Mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno merupakan tujuan wajib bagi wisatawan saat berpelesir ke Ende.

Kondisi rumah ini masih terawat baik. Di sinilah Bung Karno dan istrinya Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya Ibu Amsi menghabiskan waktu selama masa pengasingan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X