Kompas.com - 02/06/2018, 08:25 WIB

Makan geblek, menurut Nuryani, tidak begitu saja. Geblek biasanya dimakan bersama besengek, yakni tempe lembut yang kuat rasa gurih santan kelapa. Perpaduan keduanya dirasa cara terbaik menikmati geblek.

"Geblek sudah asin. Makan sama besengek maka akan tambah gurih," kata Nuryani.

Tapi tiap orang boleh saja menikmati dengan cara masing-masing, termasuk makan pakai sambal rawit yang tersedia di warung Pari.

"Sedangkan minumnya biasanya manis," kata Nuryani.

Ubud di Kulon Progo

Warung Geblek Pari Nanggulan berada di pinggir sawah. Warung ini memanfaatkan sebuah halaman lapang sebagai tempat makan para pengunjung.

Banyak pohon tumbuh di halaman itu. Meja kursi untuk tempat makan bertebaran rapi di antara pohon.

Ada kesan klasik dan 'desa' karena joglo kecil dari kayu dan bangunan bambu atap galvalum di halaman itu.

Daya tarik terbesarnya bukan sekadar tata ruang halaman, tetapi panorama dari halaman warung Pari itu. Sejauh mata memandang, tersaji hampar sawah yang hijau, menguning atau sedang dipanen.

Semua berlatar barisan perbukitan Menoreh. Netizen sering menyebut panorama sawah Nanggulan ini sebagai 'Ubud Bali' di Kulon Progo.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.