Mudik Lewat Pantura, Ini 6 Obyek Wisata yang Harus Dikunjungi - Kompas.com

Mudik Lewat Pantura, Ini 6 Obyek Wisata yang Harus Dikunjungi

Kompas.com - 04/06/2018, 18:32 WIB
Obyek Wisata Cibulan, tempat kolam ratusan ikan dewa, endemik Kuningan.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Obyek Wisata Cibulan, tempat kolam ratusan ikan dewa, endemik Kuningan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah Anda salah satu pemudik yang lewat Jalur Pantai Utara ( Pantura) Jawa?

Untuk menghilangkan penat berjam-jam di kendaraan, Anda bisa mampir ke berbagai obyek wisata. Mulai dari Bekasi, Cirebon, Batang, Solo, Ngawi, Lamongan, hingga Surabaya.

Berikut KompasTravel rangkum beberapa obyek wisata ramah keluarga yang bisa Anda singgahi di sepanjang Jalur Pantura.

1. Relaksasi dengan ikan dewa di Kuningan

Kabupaten Kuningan cocok untuk Anda beristirahat sejenak. Banyaknya bentang alam yang menyejukkan bisa merelaksasi otot-otot yang tegang saat perjalanan.

Salah satu yang ikonik ialah kolam ikan dewa di Cibulan. Anda bisa berenang bersama ikan endemik Kuningan ini sembari rekreasi dengan ragam permainan keluarga. Mulai dari outbond sampai refleksi.

Wisatawan bisa berenang bersama ikan jinak ini di kedalaman mulai dari 1,5 meter, dua meter, dan 2,8 meter. Selain itu ada dua kolam lainnya yang tidak berisi ikan.

Di dasar kolam ikan tersebut tersebar banyak mata air, sehingga air yang digunakan amat segar dan bersih. Tentu suhu air cukup dingin menyegarkan, karena Cibulan tak jauh dari kaki Gunung Ciremai.

Untuk berkunjung ke Cibulan cukup mudah karena aksesnya tidak jauh dari jalan utama. Hanya 90 menit dari Cirebon dan 45 menit dari Kuningan Kota, tepatnya di Jalan Raya Maniskidul, Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Dengan tiket masuk Rp 20.000 di akhir pekan, Anda bisa menikmati kesegaran airnya mulai buka pukul 08.00-17.00 WIB.

Batang Dolphin Centre dibawah Taman Safari Indonesia menyajikan beberapa keindahan binatang untuk sarana edukasi wisatawan.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Batang Dolphin Centre dibawah Taman Safari Indonesia menyajikan beberapa keindahan binatang untuk sarana edukasi wisatawan.
2. Menyaksikan matahari terbit bersama lumba-lumba di Batang

Batang yang dekat dengan Semarang memiliki wisata unik. Anda bisa mengunjungi penangkaran lumba-lumba di Batang Dolphin Centre.

Batang Dolphin Centre (BDC) berada di Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penangkaran lumba-lumba ini berada dibawah Taman Safari Indonesia, sehingga Anda bisa berkunjung sembari melihat aneka satwa lainnya.

BDC berada persis di bibir Pantai Sigandu, sehingga sangat tepat untuk menikmati terbenamnya matahari seusai atraksi lumba-lumba di sini.

Tiket masuk yang harus Anda bayar Rp 30.000 untuk menikmati keindahan beragam satwa di sini. Sudah termasuk atraksi lumba-lumba, pada pukul 11.00, 13.00, dan 16.00 WIB. 

Anda bisa berkunjung mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang kini dilengkapi dengan Taman Lampion, menghiasi malam-malam di obyek wisata Solo tersebut.Dinas Pariwisata Solo Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang kini dilengkapi dengan Taman Lampion, menghiasi malam-malam di obyek wisata Solo tersebut.
3. Menikmati keindahan Taman Lampion di Solo

Melintasi Solo pada malam hari, bukan berarti Anda tidak bisa berwisata. Ada Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang terkenal dengan Solo Zoo.

Kini tempat tersebut ramai dikunjungi malam hari dengan ribuan lampionnya.

Taman satwa di siang hari itu, kini punya taman lampion yang menarik pada malam hari. Terdapat ribuan lampion berbagai bentuk yang menghiasi hampir seluruh bagian TSTJ.

Wahana rekreasi keluarga di TSTJ juga dilengkapi dengan beragam aneka wahana permainan seru, terdapat Air Mancur Menari (Dancing Fountain) yang dimainkan setiap pukul 19.00, 20.00 dan 21.00 WIB.

Selain itu disediakan pula wahana permainan untuk anak-anak. Antara lain komidi putar, bom bom car, dan kereta mini. Lengkap layaknya pasar malam kekinian.

TSTJ berlokasi di Jalan Ir Sutami No.109, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. 

Tiket masuk Taman Pelangi Rp 20.000 per orang untuk hari Senin-Jumat. Sementara, tiket masuk pada hari libur dan akhir pekan seharga Rp 25.000 per orang.

Masjid Namira di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan, Jawa Timur, tampak depan.KOMPAS.com/Hamzah Masjid Namira di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan, Jawa Timur, tampak depan.
4. Melihat kain penutup Ka'bah asli di wisata religi Masjid Namira, Lamongan

Selain wisata alam, Anda dan keluarga juga bisa menyempatkan berwisata religi sembari melepas penat di Lamongan.

Kota ini memiliki salah satu ikon masjid megah yang memiliki koleksi unik, yaitu kain penutup ka'bah asli dari Mekah.

Masjid ini kian viral di Bulan Ramadhan tahun lalu, karena kemegahannya dan postingan netizen yang takjub akan keindahan dan keasriannya. Masjid ini didesai dengan arsitektur khas masjid-masjid di Arab Saudi.

Konsep bangunannya menyerupai gaya khas Timur Tengah, dengan batuan dan marmer yang dipadukan dinding kaca.

Aroma wewangian dan kebersihan masjid yang dijaga betul oleh para takmir, yang membuat pengunjung merasa betah untuk berlama-lama di Masjid Namira.

Usai menjalankan shalat, rata-rata para jamaah yang datang berkunjung ke Masjid Namira, tidak lupa untuk berfoto. Memang terdapat spot yang cukup layak dan menunjang untuk dijadikan latar.

Masjid Namira yang berada di Jalan Raya Mantup Lamongan Km 5 atau tepatnya di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan, Jawa Timur.

Pada hari Sabtu dan Minggu, rata-rata pengunjung bisa mencapai 2.000-an orang. 

Monumen Kapal Selam, merupakan museum kapal selam dari jenis kapal KRI Pasoepati 410 yang bertempur saat membebaskan Irian Barat 1960.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Monumen Kapal Selam, merupakan museum kapal selam dari jenis kapal KRI Pasoepati 410 yang bertempur saat membebaskan Irian Barat 1960.
5. Melihat saksi bisu kejayaan Maritim Kota Pahlawan, Surabaya

Menjelang siang Anda dan keluarga bisa menuju destinasi Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Surabaya.

Bangunan kapal besar terpajang gagah di sisi Sungai Kalimas, tepatnya di Jalan Pemuda, bersebelahan dengan Plaza Surabaya.

Di sana Anda bisa belajar mengenai kemaritiman dengan masuk ke dalam kapal selam. Mulai dari ruangan terdepan yang merupakan tempat melontar rudal, ruang navigasi kapal, hingga ruang mesin di bagian belakang.

Selain itu di destinasi ini terdapat studio sinema tempat menyaksikan film kejayaan maritim Indonesia. Terutama saat pembebasan Irian Barat menggunakan kapal selam Pasopati 410.

Masuklah ke dalam kapal selam dan rasakan bagaimana suasana di dalamnya.

Memiliki nama KRI Pasoepati dengan nomor lambung 410, kapal selam dengan panjang 76,6 meter, lebar 6,30 itu bisa dimasuki wisatawan.

Kapal ini ternyata resmi dimiliki Indonesia pada 29 Januari 1962, setelah didatangkan langsung dari Vladivostok, Uni Soviet.


Monkasel di Surabaya ini merupakan yang terbesar di kawasan Asia. Bahkan pengelola wisata dan pemandu dari Turis Information Centre Surabaya, Sultan, mengatakan yang memiliki museum kapal selam kurang dari lima negara di dunia.

Anda bisa berkunjung mulai pukul 09.00 - 17.00, dengan tiket masuk Rp 10.000.

Komentar
Close Ads X