Libur Lebaran, Provinsi Riau Dikunjungi Banyak Turis Malaysia

Kompas.com - 05/06/2018, 21:24 WIB
Jembatan Siak di Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (9/3/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAHJembatan Siak di Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (9/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca libur Lebaran, Riau kerap dikunjungi banyak wisatawan Malaysia. Selain karena destinasi halalnya, Riau juga punya ragam acara budaya yang dekat dengan muslim Melayu.

"Wisman Malaysia sangat banyak ke Riau, grafiknya naik terus tahun kemarin, lebih dari 17 persen," tutur Fahmizal, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, di Kementerian Pariwisata, Selasa (5/6/2018).

Beberapa alasan yang mempengaruhi wisman asal Malaysia untuk berkunjung ke Riau ialah kedekatan geografis dan historis.

"Geografis kita itu dekat, hanya 39 kilometer dengan Malaysia. Mereka lebih suka datang ke wisata halal dan budaya," kata Fahmizal.

Baca juga: Imbas Menang Penghargaan, Riau Ditawar Banyak Investor Pariwisata

Salah satu tradisi budaya ada di Kabupaten Kampar. Di sini terdapat tradisi Lebaran enam, yaitu Lebaran kedua setelah Idul Fitri.

"Jadi setelah enam hari pasca Idul Fitri ada lagi Lebaran bagi masyarakat di sana, itu lebih ramai, lebih heboh, sehingga mengundang wisatawan," tutur Fahmizal.

Pada siang hari, wisman Malaysia kerap menemui rekan atau sanak saudaranya yang ada di Kabupaten Kampar untuk silaturahmi, berbagi kuliner khas, dan merayakan Lebaran.

"Puluhan desa di kabupaten itu, sepanjang Sungai Kampar, serempak semua mengadakan Lebaran enam. Jadi ramainya luar biasa di sana. Ada juga penampilan-penampilan adat nanti," tambahnya.

Menurut Fahmizal, pasca Lebaran pergerakan wisman di Kabupaten Kampar mencapai angka 8.000 wisman. Mereka menyebut kegiatan silaturahmi Lebaran enam itu dengan sebutan "menjalang-jalang".

Selain karena kedekatan geografis, masyarakat Malaysia juga punya garis keturunan dengan leluhur masyarakat Kampar. Sehingga bagi mereka, momen ini tak ubahnya mudik Lebaran.

Momen inilah yang dimanfaatkan oleh tour & travel untuk membawa wisatawan. Masyarakat setempat pun menjual makanan khas dan souvenir kepada wisman Malaysia sebagai sumber pemasukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X