Jelang Libur Lebaran, Pemkab Kulon Progo Cek Jasa Angkutan Wisata Jeep

Kompas.com - 06/06/2018, 06:34 WIB
Menelusuri Desa Wisata Nglinggo menggunakan mobil sport utility vehicle di Jalur Bedah Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahMenelusuri Desa Wisata Nglinggo menggunakan mobil sport utility vehicle di Jalur Bedah Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Yogyakarta mendorong penyedia jasa angkutan wisata jeep dan motor untuk memenuhi standar pelayanan yang lebih baik dalam meladeni wisatawan.

Harapan ini disampaikan dalam rangka Kulon Progo menghadapi banjir pengunjung di masa arus mudik lebaran.

Pemkab melalui Dinas Perhubungan pun mengecek secara langsung para penyedia jasa angkutan beserta jeep maupun motor mereka.

"(Hasilnya) ada yang layak jalan, ada yang tidak, misal: ada yang mati pajak sampai 3 tahun," kata Hera Suwanto, Kepala Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Dishub Kulon Progo, Selasa (5/6/2018).

Menelusuri Desa Wisata Nglinggo menggunakan jeep di Jalur Bedah Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Menelusuri Desa Wisata Nglinggo menggunakan jeep di Jalur Bedah Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017).
Libur lebaran akan berlangsung cukup panjang tahun ini, yakni dari 11-20 Juni 2018. Sebagaimana tradisi di negeri ini, masyarakat akan memanfaatkan waktu itu untuk mudik. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tempat wisata akan kebanjiran pengunjung.

Baca juga: Geblek, Cireng Khas Kulon Progo

Angkutan wisata untuk lokasi-lokasi ekstrem diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling disukai wisatawan nanti. Wisata ini merupakan salah satu minat khusus, terlebih memang banyak destinasi swakelola masyarakat muncul di daerah perbukitan Gunung Menoreh.

Beberapa lokasi wisata itu seperti Clereng, Watu Kodok di Kecamatan Lendah, ke Pinus di Ngglinggo, hingga Kalibiru dan Pulepayung. Lebih dari 100 kendaraan, utamanya jenis jeep, melayani pengunjung yang ingin melintasi jalanan ekstrem itu.

Baca juga: Segajih, Dusun di Kulon Progo Tempat Belajar Hidup ala Pedesaan

Dishub mengharapkan penyedia jasa bisa memberi layanan nyaman dan aman bagi wisatawan. Oleh karena itu Dishub memeriksa kelengkapan sebagian armada layanan angkutan wisata, utamanya jeep dan motor trail.

Menelusuri Desa Wisata Nglinggo menggunakan mobil Sport Utility Vehicle di Jalur Bedah Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Menelusuri Desa Wisata Nglinggo menggunakan mobil Sport Utility Vehicle di Jalur Bedah Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017).
Petugas mengecek kelayakan layanan, mulai dari lampu, spion, sabuk, roolbar, pengereman, hingga helm. Termasuk surat-surat kendaraan.

"Kita sambil mengimbau agar para pengemudi berpakaian rapi dan sopan, bersepatu, tidak menggunakan ponsel ketika berkendara, tidak merokok, tidak memacu kendaraan dengan cepat. Mereka sering lalai soal ini," kata Hera.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X