Catat Tanggalnya, 4 Festival Ini Akan Digelar pada Masa Lebaran

Kompas.com - 09/06/2018, 15:59 WIB
Peserta Grebeg Syawal mengangkut gunungan berupa hasil bumi dan makanan memasuki halaman Masjid Gedhe Kauman di kompleks Keraton Yogyakarta, Selasa (29/7/2014).

Grebeg Syawal adalah tradisi tahunan yang dihadiri ribuan warga. Acara itu digelar Keraton Yogyakarta sebagai rasa syukur dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. KOMPAS/MOHAMAD FINAL DAENGPeserta Grebeg Syawal mengangkut gunungan berupa hasil bumi dan makanan memasuki halaman Masjid Gedhe Kauman di kompleks Keraton Yogyakarta, Selasa (29/7/2014). Grebeg Syawal adalah tradisi tahunan yang dihadiri ribuan warga. Acara itu digelar Keraton Yogyakarta sebagai rasa syukur dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

KOMPAS.com - Ada beragam cara menyambut Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.

Setiap daerah memiliki cara yang berbeda dalam merayakannya, dengan beragam acara yang khas. Salah satunya dengan menggelar festival atau pesta rakyat.

Berikut 4 festival yang akan digelar di empat daerah pada masa Lebaran. Catat tanggalnya!

1. Grebeg Syawal (Yogyakarta), 15 Juni 2018

Grebeg Syawal diadakan di Alun-alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 1 Syawal.

Dalam tradisi ini, gunungan yang terbuat dari hasil bumi akan dikeluarkan.

Gunungan tersebut merupakan simbol kemakmuran. Masyarakat biasanya akan langsung berebutan sesaat setelah gunungan dikeluarkan.

ILUSTRASI - Prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengawal gunungan kakung dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat berlangsungnya tradisi Grebeg Syawal, Rabu (31/08/2011). Gunungan Kakung yang terdiri dari berbagai sayuran dan hasil bumi tersebut kemudian diarak menuju ke Masjid Gede Keraton untuk selanjutnya dirayah warga. Warga yang berhasil mendapat salah satu isi dari gunungan tersebut dipercaya akan mendapatkan berkah dan rezeki. Upacara tersebut itu dilaksanakan bertepatan dengan perayaan 1 Syawal 1432 H. TRIBUNJOGJA/BRAMASTO ADHY ILUSTRASI - Prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengawal gunungan kakung dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat berlangsungnya tradisi Grebeg Syawal, Rabu (31/08/2011). Gunungan Kakung yang terdiri dari berbagai sayuran dan hasil bumi tersebut kemudian diarak menuju ke Masjid Gede Keraton untuk selanjutnya dirayah warga. Warga yang berhasil mendapat salah satu isi dari gunungan tersebut dipercaya akan mendapatkan berkah dan rezeki. Upacara tersebut itu dilaksanakan bertepatan dengan perayaan 1 Syawal 1432 H.

Ada kepercayaan bahwa jika bisa mendapatkan isi gunungan, maka akan memperoleh berkah dari hasil bumi tersebut.

Tradisi ini merupakan simbol sedekah Keraton Ngayogyakarta kepada masyarakat.

Pada Lebaran tahun ini, Grebeg Syawal digelar pada 15 Juni 2018.

2. Barong Ider Bumi (Banyuwangi), 16 Juni 2018

Barong Ider di Desa Kemiren, Banyuwangi yang diselenggarakan pada  hari kedua Idul Fitri. Kesenian tersebut  bagian  dari ritual tolak bala dan sebagai   doa untuk keselamatan  desa. Selain arakan barong, ada pula pertunjukkan kesenian lainnya. KOMPAS/INDIRA PERMANASARI Barong Ider di Desa Kemiren, Banyuwangi yang diselenggarakan pada hari kedua Idul Fitri. Kesenian tersebut bagian dari ritual tolak bala dan sebagai doa untuk keselamatan desa. Selain arakan barong, ada pula pertunjukkan kesenian lainnya.
Barong Ider Bumi merupakan kegiatan rutin masyarakat di Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, yang digelar setiap tahun, tepatnya pada hari kedua Lebaran.

Barong merupakan topeng sebagai penggambaran hewan yang menakutkan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X