Genjot Kunjungan Wisatawan, Sejumlah Kawasan di Labuan Bajo Ditata

Kompas.com - 10/06/2018, 14:39 WIB
Turis asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURTuris asing sedang duduk di Restoran Paradise Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/8/2017) untuk menunggu matahari terbenam di ujung barat Pulau Flores.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata akan menata sejumlah kawasan strategis pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kawasan strategis pariwisata yang akan ditata yakni pedestrian (sarana bagi pejalan kaki) di Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo.

Selanjutnya pusat wisata kuliner di Kampung Ujung, pembangunan ruang terbuka hijau di Kampung Air (bekas Sail Komodo) dan pembangunan jembatan penghubung Kampung Air dengan Bukit Pramuka.

Baca juga: Konjen China Berharap Ada Penerbangan Langsung China-Labuan Bajo

Pihaknya kata Arief, akan melakukan pemasangan 20 titik Mooring Buoy (tambat apung yang digunakan untuk tambatan kapal, dan sebagai marka untuk menjatuhkan jangkar), untuk bisa untuk menjaga terumbu karang jangan rusak.

Wisatawan di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Wisatawan di Goa Watu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).
Lokasi pemasangan Mooring Buoy di Taman Nasional Komodo, Kecamatan Komodo.

"Targetnya, di tahun 2018, semuanya itu akan terealisasi," ungkap Arief dalam kegiatan peluncuran empat Top Calendar Of Event Pariwisata Nusa Tenggara Timur 2018, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Kamis (7/6/2018) lalu.

Baca juga: Banana Cake, Oleh-oleh Khas Labuan Bajo

Selain itu, lanjut Arief, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan pengolahan sampah di Manggarai Barat, dengan membangun pusat daur ulang sampah.

Pengolahan sampah itu akan berpusat di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat dan Taman Nasional Komodo, serta Pulau Mesa, Kecamatan Komodo.

Menpar mengatakan, pemerintah  akan memberikan bantuan kapal sampah khusus untuk Kabupaten Manggarai Barat.

Wisatawan meninggalkan Labuan Bajo untuk berlayar menuju Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/8/2016). Kementerian Pariwisata menargetkan 12 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia hingga akhir 2016.KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Wisatawan meninggalkan Labuan Bajo untuk berlayar menuju Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/8/2016). Kementerian Pariwisata menargetkan 12 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia hingga akhir 2016.
"Bali saja belum diberikan tapi justru Kabupaten Manggarai Barat kita berikan. Silahkan teman-teman beritakan ini," ucap Arief.

Arief berharap dengan dibangunnya sejumlah sarana dan prasarana pendukung di Manggarai Barat, masalah sampah dan lainnya bisa diatasi.

Arief kembali berharap, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Manggarai Barat bisa meningkat pesat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X