Belum Pernah "Obrak-abrik" Danau Toba? 11 Tempat Ini Wajib Dikunjungi - Kompas.com

Belum Pernah "Obrak-abrik" Danau Toba? 11 Tempat Ini Wajib Dikunjungi

Kompas.com - 11/06/2018, 06:51 WIB
Danau Toba dipandang dari puncak Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.KOMPAS.com/MEI LEANDHA Danau Toba dipandang dari puncak Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.


MEDAN, KOMPAS.com - Siapa yang tak kenal Danau Toba? Sejak SD, saat pelajaran geografi atau ilmu pengetahuan sosial akan berulang kali disebut danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba ini.

Danau yang di tengah-tengahnya terdapat Pulau Samosir merupakan hamparan air terbesar di Indonesia. Luasnya sampai mengitari tujuh kabupaten di Sumatera Utara.

Maka, sangat disayangkan jika sedang berada di Kota Medan atau Sumatera Utara, tak mampir ke danau cantik ini.

Dari Kota Medan, perjalanan jalur darat bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi selama tiga hingga empat jam. Terserah mau mendatangi lewat mana, langsung Parapat atau memutar lewat Sidikalang.

Menggunakan angkutan umum, lamanya waktu bisa ditambah dua sampai tiga jam mengingat kemacetan yang akan dilewati.

Kalau mau cepat dan nyaman, ya... naik pesawat langsung ke Bandara Silangit. Jika cuaca cerah, dari sudut-sudut bandara sudah terlihat Danau Toba.

"Danau yang keren, beken dan paten. Punya alam yang indah, historis kaldera yang kuat, bekas ledakan dahsyat ribuan tahun silam. Budayanya sangat kaya dan berkarakter, seperti Bali. Kami mendorong untuk semakin dilestarikan sehingga menjadi daya tarik wisatawan, akhirnya mendatangkan kesejahteraan," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (7/6/2018) lalu.

Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.
Nah, tunggu apalagi. Ayo datang dan jelajahi. Untuk yang belum pernah "mengobrak-abrik" danau dan isinya, berikut 11 tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Danau Toba.

1. Desa Wisata Tomok

Ini desa tradisional yang menjadi gerbang pertama Pulau Samosir. Desa ini sudah lama menjadi desa wisata. Di sini ada sarkofagus atau batu besar yang menjadi kuburan Raja Sidabutar.

Bagian depannya diukir menyerupai wajah singa, kerbau dan gajah. Pada tutup berbentuk pelana, ada patung kecil perempuan membawa mangkuk. Patung ini diyakini sebagai istri sang raja.

Selain wisata sejarah budaya Batak Toba, terdapat juga patung Sigale–gale, kuburan raja-raja kuno Batak dan museumnya.

Sebelum meninggalkan Tomok, kita bisa berbelanja oleh-oleh. Di kanan-kiri gang menuju dermaga, pedagang yang didominasi kaum ibu menjual aneka suvenir Batak yang menarik dengan harga wajib tawar.

2. Bukit Holbung

Pesona Danau Toba bisa dilihat dari berbagai sisi di tujuh kabupaten yang mengelilinginya. Salah satunya dari Bukit Holbung atau yang terkenal dengan Bukit Teletubbies di Desa Janjimarhatan, Kabupaten Samosir.

Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU Pertunjukan Sigale-gale telah mengakar ratusan tahun di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara.
Banyak wisatawan datang ke sini untuk trekking. Biasanya, untuk mencapai puncak butuh waktu 10 sampai 15 menit. Sudah tersedia jalan setapak yang layak untuk dilalui. Begitu mencapai puncak, mata akan berbinar melihat indahnya pemandangan.

3. Air Terjun Situmurun Binangalom

Disebut juga Air Terjun Binangalom karena airnya berasal dari Desa Binangalom, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Tobasamosir.

Kata Binangalom berasal dari nama sebuah sungai, yaitu Lum. Lum atau Lom dalam bahasa Batak Toba artinya air penyejuk hati.

Dari sekian banyak air terjun yang ada di Indonesia, air terjun ini tergolong unik sebab airnya langsung jatuh ke Danau Toba. Ayo nikmati sensasi berenang melawan arus di air terjunnya.

Menuju tempat ini terdapat dua jalur, kalau dari Medan rutenya adalah Parapat lewat Pelabuhan Ajibata. Atau rute Balige melalui Pelabuhan Balige. Keduanya sama-sama ditempuh dengan menyewa kapal motor.

Jarak terdekat dari Balige karena air terjun ini mengarah ke Balige. Pemandangan Pulau Samosir menjadi suguhan sepanjang perjalanan menuju air terjun. Jangan lupa siapkan obat anti mabuk danau.

Satu keluarga akan menaiki kapal penyeberangan di Dermaga Ajibata di tepi Danau Toba, Sumatera Utara, akhir Mei 2016 lalu. Danau Toba belum memiliki dermaga yang memadaiKOMPAS/AUFRIDA WISMI WARASTRI Satu keluarga akan menaiki kapal penyeberangan di Dermaga Ajibata di tepi Danau Toba, Sumatera Utara, akhir Mei 2016 lalu. Danau Toba belum memiliki dermaga yang memadai

4. Taman Wisata Iman Sitinjo

Biasanya disingkat TWI Sitinjo, inilah satu dari tujuh tempat wisata paling unik dan langka di dunia. Destinasi wisata unggulan Kabupaten Dairi ini terletak di sebuah perbukitan di Kecamatan Sitinjo, Kota Sidikalang.

TWI menggabungkan konsep wisata religi dan alam. Penampilan lima rumah ibadah yang diakui di Indonesia berkejaran dengan pemandangan alam yang memukau.

5. Bukit Indah Simarjarunjung

Bukit yang selalu ramai dikunjungi ini terletak di Jalan Simarjarunjung, Desa Butubayu Pane Raja, Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Kawasan ini juga menjadi jalan lintas Parapat menuju Merek, Kabupaten Karo. Setelah dibuka pada 2016 lalu, keindahan Danau Toba jelas terlihat dari sini.

Bukit yang dikelola meniru wisata Kalibiru, Yogyakarta, menghadirkan banyak rumah pohon. Salah satunya rumah pohon cinta yang diminati anak-anak muda.

Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).ARYA DARU PANGAYUNAN Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018).
Tidak hanya pemandangan Danu Toba, mata akan disuguhi banyak pemandangan alam lain seperti hamparan perbukitan yang begitu dekat dengan birunya langit. Juga ada kawasan persawahan, perkebunan teh dan kopi.

6. Pantai Paropo

Paropo adalah salah satu desa yang memiliki keindahan alam super bagus. Berada di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Selain sering dijadikan tempat berkemah, Paropo juga surga bagi para pemancing. Kalau ingin berburu ikan, bawa sendiri alat pancing karena tidak ada tempat penyewaan kail.

Bagi yang tidak suka berkemah, banyak tersedia penginapan dengan harga kamar mulai Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per malam. Harga disesuaikan dengan fasilitas, lokasi dan areal pandang.

7. Taman Labirin

Ada taman labirin raksasa seluas 500 kilometer di atraksi andalan Taman Simalem Resort ini. Kita ditantang untuk mencari jalan keluar dari labirin, lumayan untuk berolahraga.

Datang ke taman saat pagi supaya bisa menikmati udara yang benar-benar menyegarkan. Puas bermain di Labirin, langsung datangi Pearl of Lake Toba. Dari ketinggian 500 meter, pemandangan Danau Toba bak dilihat dari Menara Petronas, Kuala Lumpur. Ayo banyakin foto instagram mu.

Huta Ginjang di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.KOMPAS.com/MEI LEANDHA Huta Ginjang di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

8. Huta Ginjang

Terletak di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, sekitar 15 menit dari Bandara Silangit. Seperti namanya, Huta Ginjang benar-benar terletak di dataran tinggi. Dari sini Danau Toba terlihat begitu cantik.

Huta Ginjang menjadi tempat berkumpul, terutama saat liburan. Berdampingan dengan danau dan perbukitan yang ditumbuhi pinus, Huta Ginjang cukup sempurna menjadi lokasi bersantai yang menyegarkan.

Banyak pengunjung datang mulai pagi sampai siang, lalu berleha-leha menunggu matahari terbit atau terbenam.

Huta Ginjang dan Sijaba saling berdekatan, jangan lewatkan untuk mengunjunginya juga. Intinya, banyak alasan untuk pergi ke Huta Ginjang. Selain menyaksikan paralayang dan Danau Toba, tarian dan nyayian pinus menambah indahnya tempat ini.

9. Taman Sipinsur

Terletak di Desa Paerung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbanghasundutan. Tidak jauh dari Bandara Silangit, bisa ditempuh sekitar 30 menit. Dari Medan, jarak 227 kilometer dapat ditempuh sekitar enam sampai tujuh jam.

Rute terbaik adalah Sidikalang-Medan-jalan Lintas Sumatera. Sebagai alternatif, bisa naik pesawat ke Bandara Silangit.

Taman Sipinsur di Desa Paerung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbanghasundutan, Sumatera Utara.KOMPAS.com/MEI LEANDHA Taman Sipinsur di Desa Paerung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbanghasundutan, Sumatera Utara.
Sipinsur menjadi situs tepat untuk relaksasi. Segala kepenatan akan hilang diembus angin yang datang dari balik rimbunan pinus.

Birunya langit seakan tepat berada di atas kepala. Berpadu dengan pemandangan takjub Danau Toba. Bagi penyuka kegiatan alam bebas, ada jalur trekking ke perbukitan terdekat.

10. Air Terjun Lae Mbilulu

Berada di Desa Prongiljulu, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat. Sekitar 5 kilometer dari Tinada atau lebih kurang 20 kilometer dari Sidikalang. Air terjun jernih ini memiliki tinggi sekitar 40 meter dengan kedalaman kolam lima meter dan luas 60 meter persegi.

Ada dua air terjun yang berdampingan dari satu sungai. Konon, tempat ini dulunya adalah salah satu lokasi penyembahan. Banyak orang datang memberi persembahan untuk penunggu air terjun.

Namun, terlepas dari semua mitos, Air Terjun Lae Mbilulu patut dikunjungi para pecinta sunyi dan damai. Belum banyak yang mengunjungi tempat ini, maka bantu untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestariannya.

11. Batikta

Sebelum pulang, kunjungi pusat oleh-oleh Batikta di Jalan Pematangsiantar KM 2, Balige, Kabupaen Tobasamosir. Ini toko cenderamata dan oleh-oleh representatif yang baru soft launching gedung baru pada awal Juni 2018 lalu.

Sangat disayangkan jika sedang berada di Kota Medan atau Sumatera Utara, tak mampir ke Danau Toba, danau yang cantik ini.KOMPAS.com/MEI LEANDHA Sangat disayangkan jika sedang berada di Kota Medan atau Sumatera Utara, tak mampir ke Danau Toba, danau yang cantik ini.
Saat itu hadir Wakil Bupati Tobasamosir Hulman Sitorus dan Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo.

Batikta adalah karya tiga bersaudara trah Pardede yang merupakan alumni perguruan tinggi di Bandung. Usai kuliah, mereka pulang kampung dan bercita-cita membangun kampung halamannya. Batikta berasal dari kata Batik Ni Huta yang berarti Batik-nya Kita.

"Karya Batikta sangat kuat karakter Batak-nya, dikreasi dan padukan dengan motif dan corak yang beragam. Kualitasnya baik, buah tangan putra-putri asli daerah. Ini langkah maju untuk pariwisata Danau Toba semakin mendunia," kata Arie.


Komentar
Close Ads X