"Solo Societeit", Mereka yang Gelisah dengan Kelangsungan Situs Sejarah dan Budaya...

Kompas.com - 12/06/2018, 09:47 WIB
Kompas TV Hingga Senin (11/6) malam ini jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Surabaya- Mojokerto lebih dari sepuluh ribu.

Dalam kegiatan ini, para peserta akan diajak menjelajah dan melihat secara langsung situs-situs sejarah yang ada.

Setelah itu, dilanjutkan dengan berdiskusi mengenai situs yang dikunjungi, dilengkapi dengan pemaparan data dan sumber.

Baca juga: Kauman Solo yang Melintasi Zaman

“Sebelum disampaikan ke publik, sebelumnya kami sudah melakukan riset terlebih dahulu. Dan ketika bincang diskusi, kami hadirkan sumber tertulis yang kami gunakan. Jadi tidak asal ngomong sejarah, Proses bincang itu sekaligus menjadi pertanggungjawaban konten yang kami kemas,” kata Heri.

Menurut Heri, Solo Societeit mengusung idealisme para anggotanya. Dan, segala kegiatan dilakukan secara swadaya oleh para anggota Solo Societeit.  

“Kami tidak ada sumbangan dari siapapun, ini 100 persen uang dari dompet kami masing-masing. Kalau bukan karena idealisme, ya enggak mungkin. Istilahnya, kami kan sudah selesai dengan diri kami masing-masing,” ujar Heri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X