Rumah Ini Dulu Kediaman Pangeran Sambernyawa, Cikal Bakal Kampung Kauman Mangkunegaran...

Kompas.com - 12/06/2018, 14:30 WIB
Bekas rumah Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I di Kampung Kauman Mangkunegaran, Surakarta. Rumah ini kini didiami oleh keluarga Mintorogo.KOMPAS.com/ASWAB NANDA PRATAMA Bekas rumah Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I di Kampung Kauman Mangkunegaran, Surakarta. Rumah ini kini didiami oleh keluarga Mintorogo.

KOMPAS.com - Sebuah rumah di tengah Kampung Kauman Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, diketahui merupakan rumah bekas Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said, yang kemudian menjadi Mangkunegara I.

Rumah ini dulunya dikenal dengan Dalem Mangkuyudan, ditempati oleh Pangeran Sambernyawa sebelum diangkat menjadi pemimpin Mangkunegaran.

Di sinilah cikal bakal berdirinya Kampung Kauman di Mangkunegaran.

Tak banyak yang mengetahui bahwa rumah yang kini ditinggali keluarga Mintorogo itu merupakan bangunan bersejarah.  

Sebelum Perjanjian Salatiga tahun 1756, RM Said melakukan perjuangan dengan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

"Pada waktu itu, gerilya perjuangan dari RM Said menentang hegemoni Pakubuwono III dan VOC menimbulkan dampak yang cukup besar," ujar Ketua Komunitas Sejarah dan Budaya Kota Solo, Solo Societeit, Dani Saptoni pada diskusi tentang Kampung Kauman Mangkunegaran, Minggu(10/6/2018), di Surakarta.

Ia mengungkapkan, perang itu memberikan perlawanan sengit terhadap Pakubuwono III dan VOC.

Akhirnya, muncul sebuah inisiatif untuk melakukan gencatan senjata terhadap peperangan ini.

Bagian dari rumah yang pernah didiami Pangeran Sambernyawa di Kampung Kauman Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah.KOMPAS.com/ASWAB NANDA PRATAMA Bagian dari rumah yang pernah didiami Pangeran Sambernyawa di Kampung Kauman Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah.
Bahkan, Gubernur Jenderal di Yogyakarta kala itu, Nicolas Harting, menyarankan Paku Buwono III untuk mengadakan konsolidasi dengan RM Said.

Perwakilan Pakubuwono menemui RM Said untuk membuat sebuah kesepakatan.

RM Said yang tengah berada di Wonogiri, ditemui utusan perempuan dari Kasunanan.

Namun, utusan tersebut ditolaknya. Akhirnya, Kasunanan menyuruh Tumenggung Mangkuyudo untuk menemui RM Said.

Melalui utusan ini diharapkan gerilya perlawanan dari RM Said bisa mereda.

"Berkat Tumenggung Mangkuyudo, akhirnya RM Said mau kembali ke Surakarta dan berhenti melakukan gerilya. Namun hal itu ada 3 tuntutan yang harus diberikan," kata dia. 

Halaman:



Close Ads X