Yuk, Berfoto di Lukisan 3D Jalanan Saat Libur Lebaran di Depok - Kompas.com

Yuk, Berfoto di Lukisan 3D Jalanan Saat Libur Lebaran di Depok

Kompas.com - 14/06/2018, 14:56 WIB
Seorang pengunjung berfoto di lukisan 3D Jalan Krakatau VII, Sukmajaya, Depok pada Senin (11/6/18).KOMPAS.com/Auzi Amazia Seorang pengunjung berfoto di lukisan 3D Jalan Krakatau VII, Sukmajaya, Depok pada Senin (11/6/18).

DEPOK, KOMPAS.com - Perhatikan langkah ketika berjalan di Jalan Krakatau VII, Sukmajaya, Depok. Sebab, di sepanjang jalan terdapat beberapa lukisan tiga dimensi (3D) berwarna-warni.

Saat Kompas.com berkunjung, sejumlah lukisan tampak nyata. Misalnya, lukisan paus yang muncul di laut, panda yang bergelantungan di pohon bambu, eskalator, kolam ikan, dan jembatan yang di bawahnya ada beruang liar.

Ketika lukisan 3D menjadi lokasi foto, hasilnya memperlihatkan lukisan tersebut seolah-olah muncul ke permukaan dan terlihat lebih nyata.

Waktu sore dan suasana akhir pekan merupakan saat yang ramai pengunjung untuk berfoto di sana.

“Ada banyak gambar yang lucu di sini. Saya tahu dari teman, karena nggak begitu jauh dari rumah makanya mampir ke sini sama teman untuk foto-foto juga,” ujar Nadya, salah satu pengunjung pada Senin sore (11/6/18).

Lukisan-lukisan 3D jalanan itu ternyata mulai dibuat sejak tahun baru Imlek 2018. Pelukisnya adalah seorang warga setempat bernama Sulismanto.

Ia memang bekerja di bidang seni, dari melukis, desain, sampai dekorasi untuk visual merchandising.

Menurut Sulis, respon warga sekitar terhadap lukisan 3D jalanan sejauh ini positif. Warga senang karena lingkungan menjadi lebih berwarna.

Lukisan 3D itu ia foto dan diunggah ke media sosial agar lebih banyak diketahui publik.

Pelukis 3D, Sulismanto, berdiri di salah satu lukisan 3D jalanan karyanya, Senin (11/6/18).KOMPAS.com/Auzi Amazia Pelukis 3D, Sulismanto, berdiri di salah satu lukisan 3D jalanan karyanya, Senin (11/6/18).
Menjelang libur Lebaran tahun ini, Sulis membersihkan jalan sekitar dan memperbaharui cat beberapa lukisan 3D.

Ia memprediksi, jumlah pengunjung yang ingin berfoto di lokasi tersebut bakal melonjak.

Asal mula

Pembuatan lukisan 3D jalanan ini bermula dari Sulis yang mengetahui adanya program Depok Mewarnai dari teman-temannya.

Depok Mewarnai merupakan ajakan untuk mewarnai beberapa jalanan di Kota Depok dengan lukisan 3D. Sulis mengatakan beberapa daerah lain di Depok yang juga ada lukisan 3D yaitu di Depok 2, Beji dan Pondok Cina.

Ia pun mengajak ketua RT bertukar pikiran soal membuat perubahan kecil di lingkungan tempat tinggal mereka, melalui kehadiran lukisan 3D di Jalan Krakatau.

Ketua RT dan warga sekitar pun setuju untuk mempercantik lingkungan dengan membuat lukisan 3D.

Untuk melukis, biaya yang dikumpulkan merupakan hasil partisipasi warga.

“Enaknya, setiap yang warga yang depan rumahnya mau digambar, dia yang mau mengeluarkan biaya untuk cat,” ujar Sulis yang juga sekretaris RT setempat.

Sulis pun bersedia menjelaskan proses melukis jalan. Biasanya, kegiatan melukis dimulai pada malam hari, sekitar pukul sebelas malam hingga pukul dua dini hari. Tentu saja ia tak sendiri saat melukis gambar 3D jalanan itu.

Seorang pengunjung berfoto di lukisan 3D Jalan Krakatau VII, Sukmajaya, Depok pada Senin (11/6/18).KOMPAS.com/Auzi Amazia Seorang pengunjung berfoto di lukisan 3D Jalan Krakatau VII, Sukmajaya, Depok pada Senin (11/6/18).

“Ada warga sekitar berjumlah 5 sampai 6 orang yang sukarela membantu pada setiap lukisan. Siapa pun yang bisa boleh membantu, begadang di malam hari begitu,” kata Sulis, Senin (11/6/18).

Menurut dia, ada tantangan tersendiri ketika membuat lukisan 3D di jalan.

“Kalau di dinding yang flat, pengaturannya melalui penimbulan bayangan. Kalau di jalanan harus mempertimbangkan sudut pandang dan perspektif juga agar hasilnya bagus pas di foto,” paparnya.

Sebagai pelukis, ia menyambut para penikmat seni dan pengunjung yang datang untuk menyaksikan dan berswafoto di lukisan 3D.

Sebelumnya, Sulis sudah pernah membuat lukisan 3D di tembok SMA 2 Depok pada 2008. Hanya saja saat itu media sosial belum banyak digunakan sehingga karyanya belum terekspos luas.


Komentar

Close Ads X