Goa Kiskendo, Petilasan Pertapa yang Kini Jadi Obyek Wisata

Kompas.com - 27/06/2018, 09:05 WIB
Relief kisah pewayangan Sugriwo Subali yang berada di sekitaran mulut Goa Kiskendo. Komunitas seni Yogyakarta saat itu yang membuat relief itu di tahun 1980-an.KOMPAS.com/DANI J Relief kisah pewayangan Sugriwo Subali yang berada di sekitaran mulut Goa Kiskendo. Komunitas seni Yogyakarta saat itu yang membuat relief itu di tahun 1980-an.


KULON PROGO, KOMPAS.com - Goa Kiskendo salah satu tujuan wisata yang berada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Obyek wisata ini menerima kunjungan berlimpah di libur Lebaran 2018 kemarin.

Pengelola Kiskendo mencatat 400-600 pengunjung dalam 1 hari menyusur goa di libur Lebaran itu. Puncaknya di hari ke-3 setelah Lebaran. Jumlah ini melebihi kunjungan di hari biasa yang sekitar 100-150 orang.

Goa beserta kisah-kisah yang menyertainya menjadi daya tarik terbesar obyek wisata ini. Goa konon sudah ditemukan 2 abad silam. Para leluhur terdahulu memanfaatkan untuk mencari ketenangan batin dan pencerahan lewat bertapa.

Pemerintah Daerah DI Yogyakarta melihat potensi wisata goa ini lantas mengelolanya sejak1979. Kemudian, Dinas Pariwisata Kulonprogo mengelolanya sejak 2005.

Baca juga: Goa Rancang Kencana, Saksi Bisu Peradaban Manusia di Gunungkidul

Goa itu sepanjang 1,5 kilometer goa di dalam bumi Bukit Menoreh. Ada dua percabangan besar di dalamnya dan mengarahkan pengunjung pada bekas tempat banyak orang di masa lalu dalam melakoni pertapaan.

Pemandu wisata susur goa, Adi Slamet mengatakan, terdapat 9 ruang kecil di dalamnya yang dulu sebagai tempat bertapa. "Dulu, dalang kondang Ki Hadi Sugito pernah 5 hari tanpa keluar di dalamnya, sekitar tahun 1964," kata Slamet.

Baca juga: Disukai Pengunjung, Atraksi Kera Panjat Pinang di Goa Kreo

Kini, Kiskendo tumbuh menjadi salah satu obyek andalan Kulon Progo. Dalam satu hari pengunjung bisa datang antara 100-150 orang. Masuk ke Kiskendo cukup membayar Rp 5.000 per orang. Parkir hanya Rp 2.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat.

Pengunjung berkelompok bisa memanfaatkan jasa pemandu susur goa dengan membayar jasa Rp 40.000. Adi Slamet mengatakan, pengunjung tidak wajib menyewa pemandu.

Mulut Goa Kiskendo di Kulon Progo, DIY, tampak sangat lebar. Goa ini kabarnya memiliki kedalaman hingga 800 meter.KOMPAS.com/DANI J Mulut Goa Kiskendo di Kulon Progo, DIY, tampak sangat lebar. Goa ini kabarnya memiliki kedalaman hingga 800 meter.
Hanya saja, sering kali pengunjung datang berkelompok antara 20 sampai 40 orang lantas menyewa pemandu. Pengunjung perorangan justru sering memilih berjalan sendiri tanpa pemandu.

Suasana goa cukup gelap, hening, dan dingin. Karenanya pemandu menyewakan senter dan helm. "Pantangannya adalah tidak boleh membuang sampah. Jangan kotori. Jangan pacaran. Tidak boleh mencoret-coret," kata Slamet.

Pengunjung memadati obyek wisata Goa Kiskendo ini akhir pekan lalu. Hendri Nugroho warga Surabaya, Jawa Timur, salah satu pengunjung saat itu. Ia datang bersama kerabatnya sejumlah 10 orang yang terdiri dari 3 keluarga, berlibur ke goa ini sebelum kembali ke Surabaya. Mereka berada di akhir masa libur sekolah yang panjang.

Kiskendo jadi pilihan karena kebetulan dekat dengan tujuan persinggahan Hendri dan kawan-kawannya. "Kami dalam kunjungan ke rumah guru dari anak-anak di Desa Boro (Banjarasri, Kalibawang). Hari ini kami gunakan wisata, dan menurut petunjuk salah satu yang paling dekat Kiskendo," kata Hendri. Kalibawan bersebelahan dengan Girimulyo.

Sugriwo Subali

Sejatinya banyak pilihan kalau obyek wisata di Perbukitan Menoreh ini. Desa-desa di Menoreh berlomba untuk mengangkat potensi wisatanya. Selain Kiskendo, ada 8 potensi wisata di kecamatan ini dan dikelola warga. Karenanya wisatawan pun banyak ke Menoreh.

Tapi Kiskendo punya kelebihan sebagai obyek wisata dengan banyak latar kisah. Banyak kisah yang bisa digali dan menjadi bahan cerita bagi para pengunjungnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X