Kompas.com - 27/06/2018, 13:01 WIB
Tarian adat Aceh menyambut para turis dan kru kapal pesiar wisata MS Seabourn Encore berbendera Bahamas/Nasau singgah di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka. KOMPAS.com/RAJA UMARTarian adat Aceh menyambut para turis dan kru kapal pesiar wisata MS Seabourn Encore berbendera Bahamas/Nasau singgah di Pelabuhan Teluk Sabang, Dermaga Container Terminal (CT) 3 yang berada di Gampong Kuta Timu, Sukakarya, Kota Sabang, Selasa (27/3/2018). Kapal pesiar yang mengangkut 552 wisatawan mancanegara dan 423 kru kapal itu sebelumnya menempuh perjalanan dari Phuket, Thailand dan akan kembali melanjutkan perjalanan wisata menuju Colombo, Sri Lanka.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar), lewat Tim Percepatan Wisata Baharinya, meminta para pemerintah daerah (Pemda) yang dilalui wisatawan yacht lebih aktif memanfaatkan kedatangan wisatawan mancanegara (wisaman).

“Tanggal-tanggal dimana yacht bersandar tiap musim berlayar tiap tahunnya itu sudah ada. Jadi kalau mau ngadain event  ya di tanggal itu, jangan ngasal, sayang uangnya wisatawan itu,” kata Indroyono, ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar dalam jumpa pers ‘Wonderful Sail To Indonesia 2018’ di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/6/2018).

Ia mengatakan, tahun ini berbagai daerah rebutan minta daerahnya untuk dikunjungi para yachter, karena potensi pendapatan langsung yang besar.

“Jadi buat yang sudah dilewati itu tolong dimaksimalkan, buat hal yang memang layak untuk dijual. Seperti festival, produk kuliner, service-nya yang rapi, tour dan lain-lain, berdayakan masayrakat pemuda sekitar,” katanya.

Baca juga: Jadi Destinasi Kapal Pesiar, Sabang Siap Saingi Langkawi dan Phuket

Anggota Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Raymond T Lesmana menambahkan, selain itu harga jual makanan orang Indonesia masih rendah untuk wisman yacht. Jika di Australia yachter bisa menghabiskan Rp 100.000 untuk sekali makan, di Indonesia hanya butuh Rp 20.000.

Yacht berlabuh di Pantai Waecicu, Rabu (30/8/2017). Laut yang teduh membuat kapal-kapal wisata berlabuh di sekitar Pantai Waecicu.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Yacht berlabuh di Pantai Waecicu, Rabu (30/8/2017). Laut yang teduh membuat kapal-kapal wisata berlabuh di sekitar Pantai Waecicu.
“Itu karena harga jualnya yang kurang. Coba masyarakat dilatih lebih baik mengemasnya, pelayanannya ditingkatkan, ada tambahan-tambahan lainnya di kuliner tradisional itu, maka harga jualnya akan naik sekali makan,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Banyuwangi International Yacht Club Dilengkapi Bengkel Standar Dunia

Pihaknya bahkan sudah meminta kepada bank-bank penyedia ATM di daerah-daerah yang dilalui yacht untuk menyediakan ATM dengan limit Rp 5 juta sekali penarikan. Hal ini berdasarkan permintaan para wisatawan yachter yang memang membutuhkan banyak uang untuk berbelanja di tiap destinasinya.

“Sampai sering kali mereka minta ATM-nya yang limitnya lima juta, jangan yang 2,5 (juta). Karena keperluan mereka memang banyak, setiap turun mereka beli air, beli makan, belum souvenir, kaos dan lain-lain,” kata Raymond.

Baca juga: Kembangkan Wisata Yacht, Indonesia-Thailand Sepakat Jalin Kerja Sama

Beberapa daerah terpencil yang kerap dikunjungi para yachter saat rally ialah Tual, Banda, Buru Selatan, Buton Utara, Pasar Wajo, Wakatobi, Buton Selatan, Baubau, Labuan Bajo, Badas, Medana, Bawean, Kumai, Penumba, Benan, dan lainnya.

Sedangkan pintu-pintu masuk ke daerah tersebut dari kota-kota pelabuhan besar, seperti Bangka Selatan, Tanjung Pinang, Tarakan, Bintan, Ambon, Sorong, Kupang, Benoa-Bali, dan lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.