Hotel di Solo Selama Lebaran Diisi Tamu-tamu dari Luar Kota - Kompas.com

Hotel di Solo Selama Lebaran Diisi Tamu-tamu dari Luar Kota

Kompas.com - 29/06/2018, 22:10 WIB
Pembeli nasi liwet terlihat di Warung Nasi Liwet Mbok Mami Mbak Kus di Jalan Dr Rajiman, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Nasi liwet di Solo bisa ditemukan di beberapa daerah seperti Keprabon, Pasar Kliwon, Keraton Mangkunegaraan, dan juga di Laweyan.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pembeli nasi liwet terlihat di Warung Nasi Liwet Mbok Mami Mbak Kus di Jalan Dr Rajiman, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Nasi liwet di Solo bisa ditemukan di beberapa daerah seperti Keprabon, Pasar Kliwon, Keraton Mangkunegaraan, dan juga di Laweyan.

SOLO, KOMPAS.com - Tingkat hunian kamar (okupansi) sejumlah hotel di Solo, Jawa Tengah selama momen Lebaran 2018 meningkat secara signifikan dibanding pada hari-hari biasa. Peningkatan okupansi hotel kali ini, diisi tamu-tamu dari luar kota.

Manager Fave Hotel Adi Sucipto Solo, Ika Florentina mengatakan, tingkat okupansi selama periode Lebaran mencapai 85 persen dari total 190 kamar.

"Okupansi periode Lebaran meningkat, sekitar 85 persen tingkat hunian kamar," kata Ika, kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/6/2018).

Dikatakan, peningkatan okupansi hotel tersebut lebih banyak diisi oleh tamu-tamu dari luar kota dan mayoritas adalah keluarga. Di antaranya, Ibu Kota Jakarta, Bandung dan Surabaya.

"Iya, kebanyakan tamu-tamu yang menginap ini malahan dari luar kota. Mereka ingin merayakan Lebaran di tempat saudara," jelas dia.

Peningkatan okupansi hotel juga dirasakan Syariah Hotel Solo. Menurut Public Relations Manager Syariah Hotel Solo Paramita Sari Indah, puncak okupansi hotel terjadi pada Minggu (17/6/2018) atau H+1 Lebaran.

Pada puncak ini tingkat hunian kamar mencapai angka 92 persen dari total 360 kamar yang disediakan.

"Puncaknya itu terjadi pada tanggal 17 Juni 2018 sampai 320 kamar yang terisi atau sekitar 566 tamu menginap. Rata-rata dari luar kota," jelas Mita.

Meski demikian, ujar Mita, secara presentasi okupansi tersebut menurun sekitar 10 persen, jika dibandingkan Lebaran tahun lalu yang sampai menolak tamu karena kamar penuh. Pengalaman tahun lalu untuk mencapai angka 100 persen okupansi hanya membutuhkan waktu 1-3 hari.

"Tapi secara kuantitas tamu yang menginap pada tahun ini lebih panjang karena libur Lebaran ini lebih lama," ungkapnya.


Komentar

Close Ads X