Menpar Harapkan Hadirnya Low Cost Terminal

Kompas.com - 30/06/2018, 14:58 WIB
Mentri Pariwisata Arief Yahya bersama Erix Soekamti pada talkshow YOUTH x Public Figure Vol. 4 KOMPAS.COM/gaby bunga saputraMentri Pariwisata Arief Yahya bersama Erix Soekamti pada talkshow YOUTH x Public Figure Vol. 4

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dianggap masih memerlukan pengembangan aksesibilitas pariwisata. Biaya traveling di Indonesia masih dianggap mahal dibandingkan biaya traveling ke negara sekitarnya.

Biaya traveling menggunakan pesawat terbang memang bisa dibilang mahal. Maka dari itu, menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Indonesia membutuhkan maskapai berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC).

Baca juga: Menteri Pariwisata Dorong Dibukanya Penerbangan Banyuwangi-Bali

Menurutnya jika Indonesia memiliki target mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 20 juta orang maka Indonesia harus memiliki banyak LCC.

“Saya sudah minta kepada rekan-rekan dari Kemenhub untuk sesegera mungkin membangun low cost terminal," kata Arief Yahya pada talkshow Youth x Public Figure Vol. 4 di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Keberadaan bandara berbiaya rendah dinilai akan mendorong perkembangan industri penerbangan hingga pariwisata. Low cost terminal bisa menjual tiket pesawat jauh lebih murah.

Baca juga: Berlibur di Labuan Bajo, Pesepak Bola Arjen Roben Beli Kopi Flores

Saat ini jumlah wisatawan dalam negeri yang berwisata ke pelosok Nusantara mencapai 275 juta kunjungan. Wisatawan yang datang ke Indonesia sebanyak 14 juta. Sedangkan wisatawan keluar Indonesia 70 persen atau setara 10 juta.

Turis tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/10/2017).
Keberadaan bandara berbiaya rendah dinilai Menpar akan mendorong lebih baik lagi perkembangan industri penerbangan hingga pariwisata.

“Raja Ampat memang mahal karena dianggap sebagai destinasi premium untuk high end market. Untuk middle Anda bisa memilih Labuan Bajo sebagai nomor 2 the best diving spot in the world. Kita harus memilih destinasi wisata yang setara," tambah Arief Yahya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X