Juli 2018 Tari Gandrung Banyuwangi Tampil di AS

Kompas.com - 30/06/2018, 17:33 WIB
Wisatawan AS menari Gandrung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016). KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIWisatawan AS menari Gandrung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Tari Gandrung khas Banyuwangi, Jawa Timur, akan tampil di depan masyarakat Amerika Serikat, 7 Juli 2018, dalam ajang " Remarkable Indonesia Fair" (RIF).

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jumat (29/6/2018), mengemukakan tari Gandrung kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini akan tampil di depan 2.000 pengunjung dari kalangan pengusaha dan masyarakat Chicago, Kentucky, Illinois, dan Minnesota.

"Kami bersyukur anak-anak muda pencinta seni-budaya terus mendapat kesempatan tampil di publik nasional dan internasional setelah geliat mereka didorong melalui beragam penyelenggaraan festival," katanya.

Baca juga: Mbok Temu Misti, Maestro Tari Gandrung, Sekarang Pelihara Ayam

Sebelumnya, tarian khas ini telah berkali-kali diundang taampil dalam berbagai acara nasional dan internasional, antara lain dalam acara kenegaraan di Istana Negara dan acara kebudayaan di Jerman, Malaysia, Perancis, Hongkong, Brunei Darussalam, serta Jepang.

"Penampilan tari Gandrung di Amerika Serikat adalah kehormatan dan kebanggaan bagi Banyuwangi. Ini merupakan apresiasi yang tinggi dari pemerintah pusat dan dunia terhadap seni-budaya Banyuwangi. Ini akan menjadi pelecut semangat semua untuk terus menjaga dan mengeksplorasi potensi-potensi seni-budaya yang kita punya," ujar Anas.

Gandrung sewu mmebentuk formasi ombak di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/9/2016).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Gandrung sewu mmebentuk formasi ombak di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/9/2016).
Di AS, tari Gandrung tampil di ajang Remarkable Indonesia Fair (RIF) 2018 di Chicago. Acara yang didukung Kementerian Luar Negeri itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan dunia usaha Amerika Serikat terhadap Indonesia.

"Ini merupakan momentum yang baik untuk memperkenalkan segala potensi Banyuwangi kepada publik Amerika Serikat. Selain ragam seni-budaya, kita juga akan semaksimal mungkin mempromosikan beragam produk unggulan, ada batik, handicraft, kuliner, dan pesona alam yang indah, seperti fenomena api biru di Kawah Ijen," kata Anas.

Baca juga: Gandrung Sewu yang Berjaya di Tanahnya Sendiri

Selain itu, Banyuwangi bakal mempromosikan sejumlah atraksi wisata, mulai karnaval etnik, festival tari, dan sport tourism, seperti selancar, trail run, hingga balap sepeda.

"Aksesibilitas ke Banyuwangi kini juga semakin nyaman. Hotel-hotel terus tumbuh. Semoga aksi tari Gandrung bisa membawa berkah kunjungan turis AS ke Banyuwangi," ujarnya.

Tari gandrung telah ditetapkan sebagai "Warisan Budaya Bukan Benda" oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013.

Penari Gandrung BanyuwangiBUDIOSING SETIANTO Penari Gandrung Banyuwangi
Untuk meregenerasi para pelaku seni tari gandrung sekaligus menjadikannya sebagai atraksi wisata, Pemkab Banyuwangi setiap tahun menggelar atraksi kolosal Festival Gandrung Sewu.

Lebih dari seribu (sewu) penari Gandrung tampil dalam acara yang selalu digelar di bibir pantai di Selat Bali tersebut.

"Tahun ini Festival Gandrung Sewu akan digelar pada 20 Oktober. Aksi kolosal tari gandrung ini selalu ditunggu-tunggu wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda.

Mau liburan gratis ke Jepang? Ikuti kuis "Ohayo Jepang"  dengan klik link berikut ini "Mau Liburan Gratis ke Jepang? Ikuti Kuis "Ohayo Jepang" Ini" dan jawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di banner pada bagian bawah artikel.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
Hari Pancasila, Simak Sejarah dan Fakta Menarik Gedung Pancasila

Hari Pancasila, Simak Sejarah dan Fakta Menarik Gedung Pancasila

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X