Kompas.com - 30/06/2018, 21:15 WIB
Kuliner khas Kutoarjo, Jawa Tengah, kue lompong. Kue lompong dibuat dari bahan-bahan seperti batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, dan gula pasir serta dibungkus daun pisang kering. Sementara, isinya dari tumbukan kacang tanah.
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOKuliner khas Kutoarjo, Jawa Tengah, kue lompong. Kue lompong dibuat dari bahan-bahan seperti batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, dan gula pasir serta dibungkus daun pisang kering. Sementara, isinya dari tumbukan kacang tanah.

KUTOARJO, KOMPAS.com - Kenyal dan manis legit. Itulah rasa yang muncul dari makanan khas Kutoarjo, Jawa Tengah yakni kue lompong.

Sekilas dari luar, kue lompong ini tak tampak seperti jajanan kue pasar lainnya yang berwarna cerah. Kue lompong berwarna hitam legam. Namun, ketika dibelah, kue lompong memiliki isi berwarna coklat.

Penjual kue lompong di toko Gloria Snacks Kutoarjo, Tejo mengatakan kue lompong dibuat dari bahan-bahan seperti batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, dan gula pasir. Sementara, isinya dari tumbukan kacang tanah.

"Kalau masih panas, kue lompong itu memang kenyal, kalau dingin gak lembek atau kenyal," kata perempuan yang berusia 72 tahun itu kepada KompasTravel saat ditemui di tokonya beberapa waktu lalu.

Kue lompong dimasak dengan cara dikukus. Menurutnya, cara membuat kue lompong itu gampang-gampang susah.

"Batang daun talasnya itu dibakar. Nah, kalau saya beli yang sudah jadi bubuk. Warna hitamnya dari tepung merang," katanya.

Tejo mengatakan batang talasnya didapatkan dari penduduk yang tinggal di sekitar Kutoarjo. Warga setempat biasanya juga bisa mendapatkan bubuk daun batang talas di pasar-pasar di Kutoarjo.

Kemudian, tepung ketan diberi air, gula, bubuk daun talas, dan bubuk merang. Adonan tersebut lalu diaduk dan diberi minyak kelapa atau goreng agar tak lengket saat dikukus.

Adonan kue lompong dikukus dengan bungkus daun pisang kering atau klaras. Adonan kue lompong dengan isi kacang tanah itu dikukus selama kurang lebih dua jam.

"kue lompong itu gak basi, tapi kering. dikukus ulang bisa," katanya.

Kuliner khas Kutoarjo, Jawa Tengah, kue lompong. Kue lompong dibuat dari bahan-bahan seperti batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, dan gula pasir serta dibungkus daun pisang kering. Sementara, isinya dari tumbukan kacang tanah.
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Kuliner khas Kutoarjo, Jawa Tengah, kue lompong. Kue lompong dibuat dari bahan-bahan seperti batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, dan gula pasir serta dibungkus daun pisang kering. Sementara, isinya dari tumbukan kacang tanah.

Kue "jadul" yang masih eksis

Kue lompong sendiri sudah hadir setidaknya 50 tahun yang lalu. Menurut Tejo, kue lompong yang menjadi kuliner khas Kutoarjo ini sudah ia temui sejak ia berumur 10 tahun.

"Dari jaman saya kecil, itu saya sudah ada. Yah umur 10 tahun. Sekarang banyak yang budidaya itu jadi ciri khas Kutoarjo. Dari dulu yang buat orang tua," ujarnya.

Saat ini, klaras sulit ditemukan, menurut Tejo. Padahal, klaras tersebut menentukan aroma kue lompong.

"Kalau pake daun pisang yang masih di pohon itu gak bisa. aromanya beda," paparnya.

Di Kutoarjo, kue lompong masih banyak bisa ditemukan di pasar-pasar dan rumah makan. Kue lompong juga sering dibeli untuk oleh-oleh dan disantap sebagai sarapan.

Kue lompong dijual mulai dari Rp 2.000 per buah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

Jalan Jalan
Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Travel Update
Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Travel Update
Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Travel Update
Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Travel Update
Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Travel Update
Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X