Nasi Kaput, Nasi Khas dari Lombok Timur, Apa Isinya? - Kompas.com

Nasi Kaput, Nasi Khas dari Lombok Timur, Apa Isinya?

Kompas.com - 05/07/2018, 11:01 WIB
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Santi, sedang menjual nasi kaput (khas Lombok Timur) di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2018). TRIBUNJOGJA.COM/AHMAD SYARIFUDIN TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin Santi, sedang menjual nasi kaput (khas Lombok Timur) di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setiap daerah pasti memiliki makanan khas tersendiri, begitu juga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Makanan khas dari Lombok Timur ini bernama nasi kaput.

Ketika disajikan, nasi ini memiliki penampilan yang cukup menyita perhatian yakni berdiri menjulang berbentuk kerucut.

Bagi anda yang ingin mencicipi rasa dari nasi kaput, ternyata tidak harus pergi jauh ke lombok Timur.

Di kota Yogyakarta, Anda bisa menemukan nasi dengan bentuk kerucut ini di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron.

Baca juga: 5 Kuliner Khas Bali-Lombok Selain Ayam Taliwang dan Bebek Betutu

Penjual nasi kaput di Yogyakarta, Susanti Indah Hidayati, mengatakan, nasi kaput yang ia jual dimasak langsung oleh suaminya, Riyan Saadillah Sukamdi, yang berasal dari Desa Sakra, Lombok Timur.

"Jadi soal rasa jangan khawatir. Karena ini dimasak langsung suami saya, asli keturunan Lombok Timur," ujarnya, saat ditemui tengah jualan nasi kaput, Sabtu (30/6/2018).

Santi, sapaan akrabnya, menjelaskan, nasi kaput yang ia jual memiliki dua varian rasa, yakni ayam suwir dan ikan cakalang.

Baca juga: Menikmati Soto Sasak Tulen Amaq Ait di Lombok yang Legendaris

Di dalam satu porsi nasi kaput yang dikemas kerucut ini terdapat berbagai komposisi. Bagian atas adalah nasi, kemudian di bawahnya terdapat aneka lauk-pauk.

Ada ikan cakalang atau ayam suwir, serundeng (parutan kelapa yang telah dimasak dan dibumbui), kacang panjang, dan kacang kedelai.

"Nasi yang saya gunakan menggunakan nasi organik. Rasanya sangat pulen dan tahan lama," ungkapnya.

Rasa dari nasi kaput ini gurih, nasinya pulen dan suwiran dari ikan cakalang memiliki rasa yang pekat. Ada juga sayur kacang dan kedelai menjadi pelengkap rasa.

Bagi Anda yang penasaran dengan rasa nasi kaput, bisa mencobanya.

Setiap hari Santi menjual nasi kaput di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di sekitar komplek pondok pesantren Al Munawwir, Krapyak.

Buka dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 08.30 WIB. "Ada sekitar 40 sampai 50 porsi setiap hari," kata Santi. (Tribunjogja.com)


Komentar
Close Ads X