Kompas.com - 11/07/2018, 17:22 WIB
Wisatawan memasuki mulut obyek wisata Goa Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (7/3/2013).  
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan memasuki mulut obyek wisata Goa Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (7/3/2013).


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Akhir-akhir ini ramai dibicarakan aksi penyelamatan tim sepakbola cilik yang terperangkap di sebuah goa di Thailand bagian utara.

Tak hanya Thailand, Indonesia pun memiliki banyak goa termasuk dengan aliran sungai di dalamnya. Salah satunya adalah kawasan Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Banyak goa tersebar di daerah Gunungsewu, termasuk untuk cave tubing. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalisuci, Muslam Winarto, mengatakan wisatawan harus melihat waktu dan mematuhi peraturan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Waktu yang tepat untuk cave tubing di Kalisuci, awal musim kemarau dan awal musim hujan. Saat itu airnya pas untuk melakukan cave tubing, tidak terlalu dangkal," kata Muslam saat ditemui di Kalisuci Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Selasa (10/7/2018).

Meski saat pancaroba merupakan waktu terbaik untuk berkunjung, pengelola menerapkan pengamanan ganda. Sebab, disaat pancaroba hujan masih sering kali turun.

Kondisi ini tentunya membahayakan bagi pengunjung yang menyusuri sungai dalam gua. Saat cave tubing pengunjung ditarik Rp 80.000 per orang, dengan rute sekitar 700 meter yang menyusuri empat goa yakni Luweng Glatik, Goa Glatik, dan terakhir Luweng Gelung dengan durasi 1,5 jam hingga 2 jam.

Dengan lamanya waktu tempuh dan besarnya risiko yang dihadapi, pihak pengelola melakukan langkah antisipasi zero accident.

Baca juga: Pengelola Cave Tubing Kalisuci Batasi Jumlah Pengunjung

Pengelola sudah memasang sistem deteksi dini banjir menggunakan jaringan internet hingga pengamanan manual yang dipantau oleh petugas. Jika banjir, maka akan dinformasikan melalui alat komunikasi.

Jika hulu sudah banjir maka dilakukan evakuasi pengunjung, serta menutup sementara lokasi.

"Jarak dua km jika di atas banjir, sampai ke sini sekitar 20 menit. Selain sistem peralatan yang dipasang, ada petugas khusus yang mengawasi. Tetapi jika atas sudah mendung maka lebih baik tidak ada pengunjung yang masuk ke dalam gua," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X