Makan Nasi Kuning di Langit Australia, Bagaimana Rasanya? - Kompas.com

Makan Nasi Kuning di Langit Australia, Bagaimana Rasanya?

Kompas.com - 11/07/2018, 18:23 WIB
Hidangan nasi kuning saat dinikmati dalam pesawat Qantas rute Jakarta-Brisbane.KOMPAS.COM/SHIERINE WANGSA WIBAWA Hidangan nasi kuning saat dinikmati dalam pesawat Qantas rute Jakarta-Brisbane.

KOMPAS.com - Dalam perjalanan menuju Brisbane bersama maskapai Qantas, Kompas.com berkesempatan menjajal nasi kuning yang dihidangkan dalam penerbangan Jakarta-Sydney.

Sebetulnya, nasi kuning ini hanyalah salah satu dari tiga menu utama yang disediakan. Makanan ikonik Indonesia ini dideskripsikan dalam menu Qantas sebagai “ayam bumbu rendam dengan nasi pilaf, kue kedelai, daging sapi kering, kue kentang, dan sayuran campur”.

Jadi, bagaimana rasanya? Apakah cocok dengan lidah orang Indonesia?

Nasi kuning di Qantas disajikan dengan roti bawang putih sebagai pembuka dan kue marble sebagai pencuci mulut.

Anda mungkin mengira bahwa keduanya tidak cocok disandingkan dengan nasi kuning. Tetapi setelah dicicipi oleh Kompas.com, rupanya sah saja.

Rotinya sangat lembut dan olesan mentega bawang putihnya tidak terlalu menyengat sehingga Anda tidak perlu khawatir menganggu orang sekitar dengan bau mulut. Sementara itu, roti marble yang disajikan sangat buttery, lembut, dan tidak terlalu manis.

Untuk nasi kuningnya sendiri, seperti yang dapat Anda lihat di foto telah ditata dengan apik. Nasi kuning diapit oleh ayam goreng bumbu kuning tanpa tulang, sayuran segar seperi urap (minus kelapa), tahu balado, dan abon sapi. Di tengahnya diletakkan perkedel yang lembut.

Seluruh makanan ini tidak mengandung produk daging babi maupun alkohol.

Salah satu hal yang perlu diacungi jempol adalah suhu penyajiannya. Makanan cukup hangat untuk langsung disantap dan mengisi perut para penumpang yang mungkin sudah kerucukan karena melakukan penerbangan di malam hari.

Selain itu, nasi kuningnya dimasak dengan pas sehingga tidak telalu lembek atau terlalu keras. Butirannya pun masih bisa buyar ketika dimakan.

Ayam goreng yang disajikan sesuai dengan deskripsi dan telah menyerap bumbu dengan sangat baik hingga ke dalamnya. Ayam juga diolah dengan baik sehingga dagingnya masih juicy dan empuk.

Tahu balado pun ditambahkan untuk meningkatkan kandungan protein dan memberi sedikit rasa pedas pada makanan. Walaupun pedasnya mungkin hanya akan menggelitik lidah orang Indonesia. Lalu, sayuran yang dihidangkan masih segar dan taugenya masih kriuk ketika digigit.

Namun, menurut Kompas.com, yang menjadi bintang di menu ini adalah abon sapi yang manis dan gurih. Ketika ditaburkan pada nasi, abon menambahkan tekstur dan kompleksitas pada nasi kuning. Berbagai rasa, dari sedikit pedas, gurih, asin, hingga manis, beradu di mulut. Aduh, enaknya!

Jika Anda berkesempatan untuk terbang bersama Qantas dan mendapati menu ini sebagai pilihan, tidak ada salahnya untuk ikut mencoba dan merasakan sendiri nasi kuning ala Qantas.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Komentar

Close Ads X