Meriahnya Parade 1.001 Kuda Sandalwood di Padang Sabana dan Pantai Walakiri - Kompas.com

Meriahnya Parade 1.001 Kuda Sandalwood di Padang Sabana dan Pantai Walakiri

Kompas.com - 13/07/2018, 10:10 WIB
Parade 1.001 Kuda Sandalwood di Padang Sabana Walakiri, Savana Walakiri di Kelurahan Watumbaka Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/7/2018)KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere Parade 1.001 Kuda Sandalwood di Padang Sabana Walakiri, Savana Walakiri di Kelurahan Watumbaka Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/7/2018)


WAINGAPU, KOMPAS.com - Ribuan warga tumpah ruah di padang Sabana Walakiri, Savana Walakiri di Kelurahan Watumbaka Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/7/2018).

Sore itu digelar parade 1.001 ekor kuda sandalwood. Warga berkumpul dan berbaur bersama kuda yang telah didandani.

Masing-masing warga yang mengenakan busana daerah khas Sumba Timur, kemudian naik di atas pelana kuda, kemudian menuju ke titik start.

Ribuan warga yang menunggangi kuda, kemudian dilepas secara bergantian oleh Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gede Pinata, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumba Timur dan kalangan para pelaku usaha pariwisata.

Hadir dalam parade kuda sandalwood itu ratusan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Setelah dilepas di titik start, ribuan penunggang kuda sandalwood secara beriringan melintasi padang sabana menuju Pantai Walakiri yang berjarak kurang lebih dua kilometer dan disaksikan ribuan pengunjung yang datang.

Saat berada di Pantai Walakiri, para penunggang kuda pun melakukan atraksi tarian kuda dan berlari di pinggir pantai. Atraksi itu diiringi musik tradisional Sumba Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, Parade 1.001 Kuda Sandalwood, merupakan branding utama yang diciptakan pemerintah daerah, untuk mengangkat pariwisata di Pulau Sumba ke pentas nasional maupun internasional.

"Nuansa parade kali ini, berbeda dari tahun sebelumnya, karena digelar di padang sabana dengan sajian pemandangan alam bukit dan lembah yang indah dan eksotik,"sebut Marius kepada sejumlah wartawan, Kamis sore.

Menurut Marius, secara koreografi, lokasi ini dinilai lebih menarik di mata wisatawan sehingga parade kuda di Sumba Timur ini sengaja tidak digelar di perkotaan melainkan di padang sabana.

Branding kegiatan parade ini lanjut Marius, menjadi kekuatan tersendiri, karena menampilkan Kuda Sandelwood yang terkenal sebagai kuda beban yang tangguh dan perkasa, yang hanya ditemukan di Pulau Sumba.

"Tentunya kita optimistis, kegiatan parade yang dipadukan dengan festival tenun ikat Sumba dan sudah menjadi agenda pariwisata nasional ini, seiring waktu akan semakin membesarkan pariwisata Pulau Sumba di pentas dunia,"ucap Marius.

Hal itu sebut Marius, sudah terbukti dan bisa disaksikan langsung, ribuan pengunjung baik dari kalangan wisatawan lokal, domestik, dan mancanegara juga hadir menyaksikan kegiatan ini.

Selain sebagai promosi pariwisata kata Marius, kegiatan parade ini juga untuk mempopulerkan potensi Pulau Sumba sebagai lumbung ternak di NTT.

Marius pun berharap, dengan adanya parade kuda sandalwood ini, bisa menarik wisatawan baik domestik dan mancanegara dan juga menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Pulau yang disebut sebagai salah pulau terindah di dunia.



Close Ads X