Targetkan Devisa 1 Milyar Dollar AS, Pemerintah Ajukan 2 Geopark Baru ke Tingkat Dunia - Kompas.com

Targetkan Devisa 1 Milyar Dollar AS, Pemerintah Ajukan 2 Geopark Baru ke Tingkat Dunia

Kompas.com - 13/07/2018, 22:00 WIB
Wisatawan asing menikmati keindahan kawasan wisata geopark Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Rabu (4/10/2017). Banyak wisatawan yang mengurungkan niat berkunjung ke Gunung Agung dan mengalihkan tujuan wisata ke kawasan Gunung Batur.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Wisatawan asing menikmati keindahan kawasan wisata geopark Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Rabu (4/10/2017). Banyak wisatawan yang mengurungkan niat berkunjung ke Gunung Agung dan mengalihkan tujuan wisata ke kawasan Gunung Batur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata menargetkan devisa 1 milyar dollar Amerika Serikat dari 11 geopark Indonesia hingga tahun 2019. Devisa itu didapat jika ada 1.102.500 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi geopark.

"Proyeksi kita sampai 2019, 1 milyar dollar dari 11 geopark. 7 geopark nasional, 4 UGG (UNESCO Global Geopark)," ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri Konferensi Nasional Geopark 1, Indonesia di Bappenas, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Situs geopark atau taman bumi, masuk dalam kategori ekowisata yang ditargetkan menyumbang 45 persen wisman dari target utama 20 juta kunjungan wisman. Geopark sendiri dibebani 35 persen kunjungan wisman dari keseluruhan wisman ekowisata.

Sejak 2015, kunjungan wisman ke geopark memang terus melonjak. Berdasarkan data yang dihimpun KompasTravel dari Kementerian Pariwisata, di 2015 ada 551.250 wisman, sedangkan 2016 ada 661.500 wisman. Pada tahun 2017 kedatangan 826.875 wisman setelah empat geopark ditetapkan menjadi UGG.

Melihat secara keseluruhan, dari target pemerintah di 2019 dengan jumlah kunjungan wisman 20 juta, geopark dibebani sebesar 5 persen dari target itu, yaitu 1.102.500 wisman.

Untuk mendongkrak optimisme tersebut, pemerintah tahun ini kembali mengajukan dua geopark tingkat nasional ke kancah dunia, untuk menjadi UGG, yaitu Kaldera Toba, dan Pulau Belitung.

Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa BaratDok Pemprov Jawa Barat Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Arief Yahya merasa optimis dua pengajuan geopark tersebut akan dikabulkan oleh UNESCO, pasalnya dua tempat itu menyimpan keindahan alam luar biasa dengan kolaborasi kekayaan budaya yang khas.

"Danau Toba belum dapat aja penerbangan udah naik 300 persen, kalau dari reverensi yang sudah ada bisa ratusan persen naiknya (pasca jadi UGG), di China sampai 900 persen," pungkas Arief.

Sampai saat ini Indonesia memiliki 7 geopark nasional yaitu Geopark Merangin Jambi, Geopark Kaldera Toba, Geopark Pulau Belitong, Geopark Bojonegoro, Geopark Tambora, Geopark Maros Pangkep, dan Geopark Raja Ampat. 

Selain itu ada juga tujuh geopark Indonesia yang masuk dalam UGG kelas dunia, yaitu Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu, Geopark Rinjani, Geopark Batur, dan Geopark Gunung Sewu.



Close Ads X