Menikmati Pantai dan Makanan Sembari Membaca di Lhokseumawe - Kompas.com

Menikmati Pantai dan Makanan Sembari Membaca di Lhokseumawe

Kompas.com - 16/07/2018, 08:14 WIB
Pekerja menghidangkan makanan dan minuman di Literasi Kafe, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Pekerja menghidangkan makanan dan minuman di Literasi Kafe, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Pagi itu, Minggu (15/7/2018) sejumlah pengunjung bersantai di Literasi Kafe, Desa Ujong Blang, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh. Mereka bersantai di bawah pondok menghadap pantai di ujung kawasan obyek wisata itu.

Hari itu, tak ada pengunjung yang berenang. Air laut kawasan Samudera Hindia itu sedang pasang, debur ombak nyaris menyentuh bibir tanggul pemecah ombak.

Padahal, jika tidak terjadi air pasang, maka hamparan pasir meluas jauh ke depan. Di sanalah para keluarga bermain dan mandi sejak pagi hingga sore hari.

Pengunjung menemani anaknya membaca di Kafe Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Pengunjung menemani anaknya membaca di Kafe Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).
Pagi itu, beberapa keluarga terlihat sarapan sembari menikmati udara nan cerah. Di sana, angina sepoi-sepoi membelai tubuh pengunjung. “Kami buka pukul 09.00 hingga 22.00 WIB,” kata Maulizar, salah seorang pekerja di kafe itu.

Kafe ini terletak di jalan dua jalur Ujong Blang. Persis di Simpang Masjid, Ujong Blang, Kota Lhokseumawe. Lokasinya di sisi kiri dan mudah terlihat.

Mengusung tema literasi, Azhari, pemilik kafe itu bertekad memanjakan pengunjungnya dengan buku. Dibuka sejak awal tahun lalu, kafe itu kini menjadi satu-satunya tempat berkonsep literasi di kota dengan julukan petro dollar itu.

Pengunjung di Kafe Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Pengunjung di Kafe Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).
Saat ini, sebanyak 700 buku terpajang di sudut kafe. Di sana, orang tua bisa mengajak anaknya mengenal aneka flora dan fauna di buku tersebut. Sehingga, pengetahuan anak bisa bertambah.

“Sedangkan untuk kaum remaja, dan ayah atau ibu yang berkunjung, sembari menunggu anaknya berenang. Bisa baca buku lebih luas, dari kajian agama, hingga sosial, politik dan hukum,” kata Azhari.

Untuk makanan, Azhari menyiapkan aneka makanan, mi goreng, sosis bakar, bakso bakar, dan lain sebagainya. Untuk minuman, tersedia kopi saring khas Aceh, hingga aneka jus.

Seorang anak membaca di Kafe Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Seorang anak membaca di Kafe Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).
Sejak buka hingga saat ini, sambung Maulizar, pengunjung umumnya berasal dari masyarakat umum dan mayoritas berasal dari perguruan tinggi di daerah itu. “Untuk buku, kami terima dari Perpustakaan Nasional RI di Jakarta. Kami terus tambah jumlah buku,” katanya.

Dia juga memberikan tempat itu pengunjung secara gratis yang menggelar acara terkait literasi, misal bedah buku, dan lain sebagainya. ”Misinya kan literasi, maka gratis saja tempatnya. Minum dan makan saja yang bayar,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Muhammad Sadri, menyebutkan dia membawa putrinya untuk bermain ke kafe itu untuk berenang sekaligus membaca.

“Sebelum berenang dia bisa membaca buku anak dulu. Setelah itu berenang, kan bagus gitu, saya jaganya juga ndak suntuk bisa sembari membaca,” terangnya.

Pengunjung bermain di Kef Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Pengunjung bermain di Kef Literasi, Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (15/7/2018).
Untuk makanan dan minuman, Muhammad memuji masakan kafe itu. Harganya pun terjangkau. “Jadi ini kafe murah meriah dan enak,” pungkasnya.

Sembari mandi, menikmati makanan dan minuman, maka nikmatilah asupan pengetahuan baru. Lewat buku-buku di pojok literasi kafe. Silakan berkunjung.



Close Ads X