Berwisata dan Menemukan Kemiripan Suku Asli Taiwan dengan Indonesia

Kompas.com - 20/07/2018, 16:03 WIB
Pemandu wisata di Formosan Aboriginal Culture Village sedang menjelaskan tiruan lokasi pemukiman suku asli Taiwan. Kompas.com/Silvita AgmasariPemandu wisata di Formosan Aboriginal Culture Village sedang menjelaskan tiruan lokasi pemukiman suku asli Taiwan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga jam berkendara dari Taipe ke jantung Taiwan, sampailah di Formosan Aboriginal Culture Village di Nantou. Sebuah obyek wisata budaya yang dibangun pada 1986.

"Taiwan itu pulau, semua daerahnya memiliki pantai. Cuma Nantou ini saja yang tidak ada pantainya," kata tour leader saat kunjungan KompasTravel ke Taiwan, di Nantou, Selasa (10/7/2018).

Baca juga: Kisah Buah Pinang dan Etalase Perempuan di Taiwan

Memiliki luas 62 hektar, Formosan Aboriginal Culture Village didedikasikan sebagai museum di ruang terbuka. Di sini wisatawan dapat melihat kehidupan dan rumah dari suku asli Taiwan.

"Suku asli Taiwan ada 16, suku Austronesia. Suku ini beda dengan suku asli China daratan. Mungkin saja kita bersaudara, nenek moyang kita sama," kata pemandu wisata di Formosan Aboriginal Culture Village, Lu.

Lu membawa kami ke contoh rumah Suku Paiwan yang dibangun kembali.

"Mirip rumah adat Batak ya," kata satu perserta Indonesia. Kemiripan tampak dari hiasan ukiran rumah, pemilihan warna, dan kehidupan yang mirip dengan suku-suku asli Indonesia. Pengobatan tardisional, peran ksatria, dan kepala suku.

Diorama kehidupan suku asli Taiwan di Formosan Aboriginal Culture Village, penyembuhan secara tradisonal oleh tabib di suku. Kompas.com/Silvita Agmasari Diorama kehidupan suku asli Taiwan di Formosan Aboriginal Culture Village, penyembuhan secara tradisonal oleh tabib di suku.
Tak hanya rumah adat dan kehidupan sehari-hari yamg mirip. Bahkan ada beberapa bahasa suku asli Taiwan yang mirip dengan suku di Indonesia.

Baca juga: Menjajal Wahana Rumah Hantu di Taiwan, Seseram Apa?

Seperti Suku Amis yang menyebut kata empat dengan sepat, lima dengan lima, enam dengan enem, dan sepuluh dengan poloh.

"Ya ampun, benar kita saudara," kata Lu.

Lu menyebutkan percontohan rumah dan kehidupan suku asli Taiwan berdasarkan catatan antropologis dari Jepang pada 1930-40an.

Wisatawan mwngikuti tarian adat di Formosan Aboriginal Culture Village.Kompas.com/Silvita Agmasari Wisatawan mwngikuti tarian adat di Formosan Aboriginal Culture Village.
Selain museum ruang terbuka mengenai suku asli Taiwan, pengunjung juga dapat melihat pertunjukan tarian, naik kereta gantung, bermain di taman bermain, dan ke taman ala Eropa.

Transportasi disediakan oleh pihak Formosan Aboriginal Culture Village, begitu pula dengan restoran dengan sajian halal, toko souvenir, penyewaan busana adat, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Biaya masuk Formosan Aboriginal Culture Village adalah 850 New Taiwan Dollar atau setara Rp 425.000 untuk orang dewasa. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X