Ini Cara Badung Melestarikan Kesenian Barong

Kompas.com - 21/07/2018, 10:03 WIB
Turis asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau. KOMPAS/IWAN SETIYAWANTuris asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.

DENPASAR, KOMPAS.com - Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta mengharapkan penyelenggaraan " Taman Ayun Barong Festival Regeneration & Superstar 2018" pada 20-21 Juli, dapat melestarikan kesenian tradisional Barong.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya pelestarian budaya, khususnya Barong. Saya harap kegiatan ini ke depannya dapat terus ditingkatkan lagi," ujar Bupati Giri Prasta, saat membuka festival tersebut di kawasan Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Jumat (20/7/2018).

Ia mengatakan, dalam upaya mengembangkan seni budaya Bali, tidak cukup untuk sekadar menjaga tetapi warga harus mampu membangkitkan dan menggali serta melestarikan kesenian tersebut.

"Budaya, adat dan agama merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi satu kesatuan kekuatan besar bagi masyarakat Bali," katanya.

Baca juga: 50 Hotel dengan Kolam Renang Instagramable Sedunia, 3 Ada di Bali

Bupati Giri Prasta menjelaskan, Pemkab Badung sangat mendukung kegiatan itu karena Barong adalah "Rwa Bhineda", apalagi festival tersebut diselenggarakan di kawasan Taman Ayun yang telah diakui oleh UNESCO, termasuk Barong yang juga menjadi warisan tak benda.

"Saya juga mengaku bangga sebagai putra daerah Bali melihat seniman, termasuk seniman cilik mampu menunjukan prestasi daam festival Barong tersebut," katanya.

Baca juga: Balangan, Pantai di Bali yang Tak Lagi Tersembunyi

Sementara itu, Ketua Panitia, Ngakan Tri Ariawan, mengatakan, festival yang sudah tiga kali terlaksana itu merupakan kerja sama Dinas Pariwisata Badung dengan sanggar binaan Puri Mengwi yang dimotori oleh Sanggar Mangu Samcaya Puri Ageng Mengwi.

"Festival Barong ini digelar untuk menyalurkan kreativitas seni serta melestarikan tradisi Bapang Barong dan Mekendang Tunggal khususnya bagi generasi muda, sekaligus mempromosikan pariwisata Badung, sehingga dapat meningkatan pendapatan pariwisata Badung," ujarnya.

Ia memaparkan "Taman Ayun Barong Festival Regeneration & Superstar 2018" diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Untuk Peserta SD dan SMP diikuti masing-masing 15 orang.

"Peserta SD dengan usia 9-12 tahun, sedangkan SMP 13-15 tahun. Untuk kategori superstar, kami mengundang peserta yang telah mendapat juara 1 lomba Bapang Barong se-Bali yang diundang untuk mengikuti lomba Bapang Barong dan Mekendang dan antara penari Barong dan Mekendang bukan merupakan satu tim," katanya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga digelar pameran foto tentang Barong yang diharapkan dapat menarik minat dan kunjungan wisatawan selain pertunjukkan Barong yang ditampilkan.

"Kami berharap, kegiatan ini ke depan bisa masuk dalam 'calendar of event' sehingga wisatawan yang ingin menyaksikan festival ini dapat menentukan jadwal kunjungannya," kata Ngakan Tri Ariawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X