Kompas.com - 25/07/2018, 12:17 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan gugusan pulau karst dari Bukit Piaynemo, Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (31/11/2016). KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOWisatawan menikmati pemandangan gugusan pulau karst dari Bukit Piaynemo, Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (31/11/2016).

WAISAI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menggelar Festival Geopark pada 25-27 Juli 2018. Ini merupakan Festival Geopark pertama yang digelar di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan, Raja Ampat telah ditetapkan sebagai kawasan geopark atau taman bumi nasional sejak November 2017 oleh Kementerian Kemaritiman RI.

"Baru tahun ini kami menyelenggarakan Festival Geopark. Kami berharap festival ini juga dapat menjadi ajang promosi pesona wisata karst Raja Ampat yang dapat memajukan perekonomian daerah," ujar Abdul ketika ditemui di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (25/7/2018).

Baca juga: Liburan ke Raja Ampat, Jangan Lupa Bawa Pulang Abon Ikan

Festival ini dipusatkan di kawasan pantai Waisai Torang Cinta (WTC) yang letaknya tak jauh dari Pelabuhan Waisai.

Sejumlah stand yang memamerkan pesona alam dan kekayaan budaya Raja Ampat berjajar di pelataran Pantai WTC.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati (kiri) dan Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi N. Lamatenggo saat meninjau stan pameran geopark Raja Ampat di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (25/7/2018).KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati (kiri) dan Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi N. Lamatenggo saat meninjau stan pameran geopark Raja Ampat di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (25/7/2018).
Tak hanya itu, berbagai kesenian tari khas Papua Barat ditampilkan untuk memeriahkan suasana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Blusukan Pagi di Pasar Waisai Raja Ampat, Apa Menariknya?

Ditemui di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo mengatakan, Festival Geopark ini digelar sebagai rangkaian acara kirab obor atau torch relay Asian Games 2018.

"Kami adakan festival ini untuk mendukung acara puncak yaitu kirab obor. Stan pameran dan pertunjukan budaya akan terus kami gelar di WTC selama tiga hari," ujar Yusdi.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Melihat Pari Manta di Raja Ampat?

Ia menjelaskan, Raja Ampat memilike 29 geoside atau obyek wisata geopark. Dalam festival ini pihaknya mempersiapkan tiga geoside sebagai destinasi dalam rangkaian acara festival.

Tiga geoside yang akan dijadikan destinasi festival geopark yaitu Pantai Waisai Torang Cinta sebagai pusat digelarnya festival, Teluk Mayalibit, dan Paynemo.

Suasana sore hari di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat. KOMPAS.com/ICHA RASTIKA Suasana sore hari di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat.
"Nanti di Teluk Mayalibit kami akan adakan prosesi persembahan untuk alam sebagai pertanda dan permohonan izin kami kepada leluhur untuk mengadakan Festival Geopark," katanya.

Menurut Yusdi, festival ini akan digelar setiap tahun dengan destinasi yang berbeda-beda.

"Selama ini kami sudah menggelar Festival Raja Ampat setiap tahunnya. Nah kami juga akan mulai selenggarakan Festival Geopark dengan geoside yang berbeda-beda setiap tahunnya," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.