Kompas.com - 26/07/2018, 07:00 WIB
Presiden Joko Widodo bermain bersama cucu, Jan Ethes Srinarendra di Wahana Permainan Anak Transmart Yasmin, Kota Bogor, Senin (18/6/2018). Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo bermain bersama cucu, Jan Ethes Srinarendra di Wahana Permainan Anak Transmart Yasmin, Kota Bogor, Senin (18/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah banyaknya wahana wisata rekreasi buatan, boom-boom car disebut permainan yang tidak lekang oleh waktu. Pemesannya selalu ada dari negara manapun.

"Boom-boom car yang dibuat di China banyak terus peminatnya dari dulu, dipasarin ke mana-mana, Eropa, Asia, Indonesia," ungkap Taufik Wumu, Ketua Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI), saat pameran Fun Asia Expo, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Menurutnya wahana permainan tersebut memiliki segmen luas, tidak hanya anak-anak tapi juga dewasa. Selain itu harganya yang relatif terjangkau di pasar permainan ini, membuatnya selalu diminati wisatawan

"Yang lagi berkembang itu jenis boom-boom car yang kids, karena termasuk produk yang lebih baru munculnya dibanding yang adults," terang Taufik.

Kini perkembangan tren wahana permainan ini di dunia sudah mulai mengkombinasikan dengan teknologi terkini, seperti virtual reality (VR).

"VR sudah banyak diaplikasikan, terutama di kelas menengah ke atas. Cuma kalau biasa pake layar mini, kalau di wisata ini pakenya layar besar, gitu aja," katanya kepada KompasTravel seusai acara.

Permainan yang banyak digandrungi konsumen anggota-anggota ARKI ialah yang berkutat dengan strategi, juga yang melibatkan interaksi dengan pemain lain.

"Beda kelas beda trennya, kelas B masih permainan tembak-tembakan yang terkait fighters, dance juga. Mancing juga favorit karena interaksi dengan pemain lain, bisa juga keluarga," paparnya.

Di Indonesia, para penyedia wahana permainan rekreasi ini tengah beralih dari karcis berupa koin ke kartu. Selain lebih sederhana, investasi dengan kartu ternyata lebih murah dibanding menggunakan koin.

"Sekarang pakai card teknologinya, kalau koin investasinya tinggi umpama beli koin terus gak pelanggan pakai, nanti kita harus beli lagi. Koin sudah ketinggalan zaman lah," kata Taufik.

Kini ARKI menjadi asosiasi yang menaungi sekitar 1.000 lebih wahana wisata rekreasi keluarga, mulai yang menengah ke atas sepert Dufan, Ancol, Jungle Land, hingga yang di mall-mall seperti Amazone, Funworld dan lainnya.

Taufik mengatakan, ARKI rutin mengadakan sertifikasi alat hingga pelayanan wahana wisata ini. Termasuk pelatihan standarisasi prosedur keamanan berbagai wahana rekreasi kekuarga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X