Ingin Melihat Gerhana Bulan Total Malam Ini? Perhatikan 8 Hal Berikut - Kompas.com

Ingin Melihat Gerhana Bulan Total Malam Ini? Perhatikan 8 Hal Berikut

Kompas.com - 27/07/2018, 18:23 WIB
Kombinasi penampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di Islamabad, Pakistan, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali.AFP PHOTO/AAMIR QURESHI Kombinasi penampakan bulan saat terjadinya gerhana bulan total atau super blue blood moon, di Islamabad, Pakistan, Rabu (31/1/2018) malam. Warga di berbagai belahan dunia antusias menyaksikan fenomena langka yang terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon ini terjadi sekitar dalam kurun waktu 150 tahun sekali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini tepatnya 27 Juli 2018, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan total yang disebut-sebut terlama tahun ini.

Gerhana bulan mendatang memiliki empat fase kemunculan. Waktunya pun berbeda dengan gerhana bulan total sebelumnya.

Salah satu tempat untuk menyaksikan momen ini adalah Planetarium Jakarta. Humas Planetarium, Eko Wahyu Wibowo, mengatakan waktu gerhana total nanti berlangsung lama di tengah malam. Persiapannya harus lebih matang.

"Peristiwa ini (gerhana bulan) berlangsung pada tengah malam hingga terbit matahari. Pengamatan berlangsung di tempat terbuka, jadi harus dipersiapkan," tutur Eko kepada KompasTravel, Rabu (25/7/2018).

Baca juga: Yuk, Lihat Gerhana Bulan Total Terlama di Planetarium Jakarta

Eko memberikan catatan Planetarium yang perlu diperhatikan masyarakat. Menurutnya, cuaca dua minggu terakhir silih berganti antara cerah/panas dan hujan/angin/dingin, cenderung sukar diduga.

Lalu, tahap awal gerhana (gerhana penumbra) terjadi saat pergantian hari, kisaran pukul 24:00 WIB, yang merupakan jam istirahat mayoritas orang.

"Diharapkan karena mulai tengah malam, pengunjung dapat makan terlebih dahulu sekadarnya agar saat bergadang tidak dalam kondisi perut kosong," begitu keterangan yang tertulis dari pihak Planetarium.

Anda yang ingin melihat gerhana di Planetarium bisa menggunakan alat bantu lihat atau teleskop. Meskipun gerhana bulan total juga bisa dilihat tanpa bantuan alat tersebut. 

"Bagi yang ingin melaksanakan shalat gerhana, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki menyelenggarakannya di Masjid Amir Hamzah," tuturnya.

Berikut himbauan dari Planetarium Jakarta jika ingin melihat gerhana bulan total:

1. Siapkan baju hangat, jaket, atau pakaian tahan angin yang bisa melindungi tubuh saat di ruangan terbuka terutama pada dini hari.

"Jangan lupa memakai baju hangat atau jaket karena kita mengamat di udara terbuka yang berangin untuk kurun waktu beberapa jam lamanya, juga di tengah cuaca saat ini yang tidak stabil," terang Eko.

2. Siapkan juga jas hujan atau payung, untuk berjaga-jaga di tengah cuaca yang tidak menentu.

3. Anda bisa makan malam di sore hari, sebelum waktu maghrib dan menjelang gerhana.

4. Bawalah bekal camilan dan minuman hangat untuk menjaga kondisi fisik Anda, karena tempat pemantauan yang Anda kunjungi belum tentu menyediakan makanan dan minuman.

5. Khususnya bagi Anda yang membawa anak kecil, poin 1-4 di atas, mohon dipertimbangkan dengan seksama.

6. Bagi yang melihat gerhana di Pusat Kesenian Jakarta TIM, agar meminimalisir menggunakan kendaraan, baik motor maupun mobil, karena suasana di sebagai tempat atau ajang kesenian juga sedang banyak pementasan. Jadi, Anda dapat memilih datang tanpa kendaraan atau datang lebih awal.

7. Pengunjung dimohon dapat tertib mengikuti arahan petugas dan perbesar kesabaran di tengah masyarakat yang sama-sama antusias mengikuti acara pemantauan gerhana bulan total di Pusat Kesenian Jakarta TIM.

8. Bagi Anda yang ingin menikmati gerhana bulan di luar rumah sambil jalan-jalan, maka carilah lokasi observasi yang asri, aman, dan nyaman, bebas polusi udara dan gemerlapnya lampu kota.


Close Ads X