Budaya Jawa Diperkenalkan kepada Warga Asing melalui IYJCC - Kompas.com

Budaya Jawa Diperkenalkan kepada Warga Asing melalui IYJCC

Kompas.com - 28/07/2018, 18:04 WIB
Kesenian tradisional jathilan menyedot perhatian semua kalangan. Anak-anak mendominasi barisan depan penonon pertunjukan ini. Jathilan atau kesenian kuda lumping khas Jawa. Jathilan Asmoro Mudho dari Desa Gothakan sedang beraksi di Galur, Kulon Progo.KOMPAS.com/DANI J Kesenian tradisional jathilan menyedot perhatian semua kalangan. Anak-anak mendominasi barisan depan penonon pertunjukan ini. Jathilan atau kesenian kuda lumping khas Jawa. Jathilan Asmoro Mudho dari Desa Gothakan sedang beraksi di Galur, Kulon Progo.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekolah Bahasa dan Budaya Jawa Sanggar Rahayu didukung oleh yayasan pendidikan Studec Internasional serta Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia menggelar kegiatan International Youth Javanese Culture Camp (IYJCC) 2018.

IYJCC merupakan sebuah kegiatan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Jawa kepada masyarakat dunia. Kegiatan ini digelar selama enam hari mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2018 di Desa Senden, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

“Tahun ini adalah tahun pertama IYJCC. Total peserta tahun ini ada 40 peserta, 25 Indonesia dan 15 lainnya berasal dari Malaysia, Vietnam, Filipina, Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, Afghanistan, dan Tajikistan,” ujar Humas IYJCC Rizkiana saat dihubungi KompasTravel, Jumat (27/7/2018).

Ia melanjutkan para peserta akan melakukan serangkaian kegiatan selama enam hari. Para peserta tidak hanya belajar, tetapi juga bisa melakukan aktivitas selayaknya masyarakat di desa tersebut.

Salah satu atraksi dalam kesenian kuda lumping yang dipertunjukkan grup Bintang Purnama, Gresik.KOMPAS.com/Hamzah Salah satu atraksi dalam kesenian kuda lumping yang dipertunjukkan grup Bintang Purnama, Gresik.
Seperti halnya berinteraksi menggunakan bahasa Jawa dengan penduduk lokal, ikut bertani, belajar bahasa Jawa, hingga belajar kesenian Jawa.

Kesenian Jawa yang dipelajari para peserta IYJCC diantaranya seperti tari Jatilan, kethopak, dan gamelan. Lalu juga membuat kesenian gerabah dari tembaga. Serta ikut dalam rangkaian Ritual Tungguk Tembakau Festival. 

“Pengajar kelas bahasa dan kesenian Jawa adalah dosen Program Studi Jawa Universitas Indonesia,” katanya.

Kemudian, setelah mempelajari bahasa hingga kesenian Jawa, para peserta pun akan akan menampilkan musik dan kesenian ketoprak tersebut dalam malam seni dan budaya.

Anak muda Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sedang membuat kerajinan gerabah, Senin (30/10/2017).KOMPAS.com/Ika Fitriana Anak muda Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sedang membuat kerajinan gerabah, Senin (30/10/2017).
Setelah itu, malam puncak dari kegiatan ini yakni para peserta ikut menikmati Panen Jazz Festival yang bisa pula diikuti oleh masyarakat umum.

Terakhir, diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut para generasi muda Indonesia mau melestarikan budaya daerah khususnya Jawa.

Rizkiana juga berharap di tahun mendatang IYJCC dapat berjalan setiap tahun dan bertambahnya peserta dan bisa mempromosikan wisata kearifan lokal dengan konsep edu-tourism sehingga dapat menarik wisatawan asing ke Indonesia.


Komentar
Close Ads X