Kompas.com - 29/07/2018, 09:02 WIB
Sate sapi yang di marinate bumbu rempah bercampur gula aren khas di Sate Pak Kempleng bu Hartini, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (20/7/2018). KOMPAS.com / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASate sapi yang di marinate bumbu rempah bercampur gula aren khas di Sate Pak Kempleng bu Hartini, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (20/7/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Mengolah daging sapi menjadi sate yang empuk selama lebih dari setengah abad, tentu  tidak mudah. Hal ini yang bisa Anda temui di Sate Pak Kempleng Ungaran, yang tersohor di Semarang.

Hartini (54) salah satu cucu pemilik Sate Pak Kempleng, sempat berbagi resep rahasia yang dipertahankan keluarganya hingga 58 tahun, kepada KompasTravel saat mengunjunginya di Ungaran, Semarang, Jumat (20/7/2018).

Baca juga: Lembut dan Uniknya Rasa Sate Sapi Pak Kempleng Ungaran Semarang

Dari uji coba KompasTravel, sate di rumah makan Sate Pak Kempleng Bu Hartini empuk, padat namun tidak liat. Keunikan tersebut lah yang memancing saya untuk mengorek resep rahasianya langsung ke cucu sang pencetus.

"Biasa aja, dagingnya diungkep di bumbu-bubu rempah ketumbar, merica, gula aren," tuturnya sembari sedikit tertawa.

Olahan daging sapi yang di marinate bumbu rempah bercampur gula aren khas di Sate Pak Kempleng bu Hartini, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (20/7/2018).KOMPAS.com / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Olahan daging sapi yang di marinate bumbu rempah bercampur gula aren khas di Sate Pak Kempleng bu Hartini, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (20/7/2018).
Akhirnya ia pun menerangkan jika bagian daging sapi yang ia gunakan hanyalah bagian has dalam, sama dengan penggunaan daging dalam hidangan steak.

"Daging segar dipotong pagi, bagian has dalam aja, pisah sama lemak," tuturnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Festival Sate Gurita Terpanjang di Kaur, Ada 5.000 Tusuk Sate

Kemudian daging tersebut tidak langsung dicuci bersih, agar tidak merusak aliran darah di pembuluhnya. Lalu ia pun memotong daging tersebut dengan cara menyamping, mengikuti serat-serat atau urat daging.

"Dipotongnya ngikut serat makanya biar gak alot, mudah digigit," ungkap Hartini yang masih rutin memantau dapur di usianya yang terbilang cukup lanjut.

Suasana rumah makan Sate Pak Kempleng bu Hartini, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (20/7/2018).KOMPAS.com / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Suasana rumah makan Sate Pak Kempleng bu Hartini, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (20/7/2018).
Setelah pemotongan, barulah sate diungkep dalam bumbu yang mengandung gula aren asli. Ramuan rempah rahasia dan gula aren itulah yang membuat daging bercita rasa khas.

Satu porsi sate sapi pak kempleng ini dijual seharga Rp 55.000 berisi 10 tusuk. Anda juga bisa memesan satuan dengan harga Rp 5.500 per tusuk untuk tiap jenis sate.

"Satu harinya kurang hafal berapa, tapi kalau akhir pekan bisa ribuan tusuk," kata Hartini.

Di dindingnya terpajang beberapa tokoh yang pernah makan di sini mulai dari wali kota, Gubernur Ganjar Pranowo, Permadi, dan lainnya.

Untuk mencobanya Anda bisa berkunjung ke Jalan Diponegoro, nomor 274 Ungaran, Kabupaten Semarang. Sate Sapi Pak Kempleng buka mulai pukul 09.00-21.00 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X