Nyoman Nuarta Menitikkan Air Mata Saat Modul Terakhir GWK Dipasang... - Kompas.com

Nyoman Nuarta Menitikkan Air Mata Saat Modul Terakhir GWK Dipasang...

Kompas.com - 02/08/2018, 15:50 WIB
Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman Nuarta berfoto dengan latar belakang pemasangan bagian Mahkota Dewa Wisnu di Ungasan, Badung, Bali, Minggu (20/5/2018). Mahkota Dewa Wisnu tersebut merupakan modul ke-529 dari total 754 modul yang terpasang di patung setinggi 121 meter yang ditargetkan selesai dibangun pada Agustus 2018.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman Nuarta berfoto dengan latar belakang pemasangan bagian Mahkota Dewa Wisnu di Ungasan, Badung, Bali, Minggu (20/5/2018). Mahkota Dewa Wisnu tersebut merupakan modul ke-529 dari total 754 modul yang terpasang di patung setinggi 121 meter yang ditargetkan selesai dibangun pada Agustus 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com – Seniman Nyoman Nuarta, tokoh sentral di balik pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana ( GWK), mengaku terharu hingga menitikkan air mata saat menyaksikan tahap akhir pemasangan modul patung tersebut.

Karya ini menjadi proyek idealisme Nyoman Nuarta, yang telah dimulai sejak 1990.

“Sedih dong, terharu. Ngeliat di lapangan kosong yang tadinya biasa penuh. Tiba-tiba kosong. Langsung saya berpikir, duh saya jadi pengangguran nih,” ujar Nyoman sambil tertawa kecil saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/8/2018) siang.

Nyoman bersama keluarganya menyaksikan secara langsung pemasangan modul terakhir GWK dari total 754 modul yang ada pada Rabu (1/8/2018).

”Kemarin, kami (Nyoman dan keluarga) bertangisan. Terharu ya kita bisa menyelesaikan pekerjaan besar ini, akhirnya setelah 28 tahun,” kata Nyoman.

Baca juga: INFOGRAFIK: Perjalanan Pembangunan Patung GWK

Rasa haru itu ternyata juga dirasakan oleh segenap tim yang terlibat dalam pengerjaan proyek GWK.

“Biasanya ngawasin, nyatet, bolak-balik lapor ke kami. Sekarang dia juga bingung udah gak ada kerjaan,” kata Nyoman.

Proyek Patung Garuda Wisnu Kencana 100 persen dibuat oleh anak-anak bangsa tanpa campur tangan pihak asing.

“Penemunya kita, paten-patennya kita. Jadi kita punya teori, punya itung-itungan kemudian dihitung di Toronto. Dibuktikan dan sudah kuat, sudah bagus. Jadi tidak ada melibatkan orang luar, cuma untuk uji itu,” ujar seniman patung asal Bali itu.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo PERJALANAN PEMBANGUNAN PATUNG GWK
Nyoman mengungkapkan, ia bangga bisa menyelesaikan GWK dengan segala keterbatasan dana dan sumber daya manusia yang ada hingga memakan waktu lebih dari 20 tahun.

“Kami ini orang-orang yang biasa, neggak ada orang hebat di kami, termasuk saya. Cuma kami punya keinginan untuk menunjukkan kepada dunia, kita memiliki sesuatu dan kita bisa,” kata Nyoman.

Proyek ini selesai tepat waktu dan menjelang perayaan HUT RI.

Bersyukur

Selain itu, kata Nyoman, ia bersyukur, dalam proses pembangunan GWK tidak ada kecelakaan kerja dalam pembangunan patung berukuran 121 meter itu.

“Empat tahun pengerjaan di lapangan dan zero accident, literally zero accident,” ujar Nyoman.

Nyoman berkata hal itu bisa dicapai karena segenap anggota tim memiliki disiplin kerja yang tinggi. Selain itu pengawasan dan pemantauan kesehatan pekerja sangat diperhatikan, terutama bagi mereka yang bekerja di bagian atas.

Nyoman berharap, patung ini dapat menjadi hadiah bagi ulang tahun Indonesia.

“Harusnya orang Indonesia ini bersyukur atas rahmat yang diberikan oleh Tuhan di garis khatulistiwa dengan kesuburan yang luar biasa, tapi kok masih miskin. Ini yang harus kita pertanyakan,” kata dia.

Garuda Wisnu Kencana bukan sekadar patung tinggi. Noyoman menuturkan, GWK melambangkan kehidupan dari budaya Bali yang bersifat universal dan bisa dipelajari oleh siapa saja.

Sementara, Garuda disimbolkan sebagai sosok manusia yang gagah perkasa menjaga kehidupan.

Mengenai kapan peresmian GWK, Nyoman mengaku belum mengetahuinya.

“Belum tahu, kapan peresmiannya. Itu kan mereka yang tentukan, jadi kalau kami ini lebih sifatnya penyelesaian patung,” ujar Nyoman.

Kompas TV Pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana terus dikebut. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X