3 Obyek Wisata yang Dilewati Kirab Api Obor Asian Games di Bukittinggi - Kompas.com

3 Obyek Wisata yang Dilewati Kirab Api Obor Asian Games di Bukittinggi

Kompas.com - 03/08/2018, 21:05 WIB
Jam gadang, ikon kota Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat.KOMPAS.com/Fatimah Kartini Bohang Jam gadang, ikon kota Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat.

KOMPAS.com – Setelah singgah di Parapat, Sumatera Utara, kirab obor Asian Games melanjutkan perjalanannya menuju Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (2/7/2018).

Rombongan melanjutkan perjalanan menuju kota Bukit Tinggi. Festival kesenian diadakan di Lapangan Olahraga Wirbaja untuk menyambut kirab obor Asian Games.

Setelah itu, kirab obor akan berlari mengelilingi kota Bukittinggi dan melalui 18 titik pemberhentian estafet api obor, tiga diantaranya obyek wisata Bukittinggi. Beberapa obyek wisata ini adalah Lobang Jepang, Rumah Bung Hatta, dan berakhir di Simpang Istana Bung Hatta.

KompasTravel telah merangkum tiga obyek wisata yang disinggahi oleh kirab api obor Asian Games 2018.

Suasana wisata Lobang Jepang di Taman Panorama, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Lobang Jepang saat ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata, dengan total panjang 1,5 kilometer yang dapat dijelajah wisatawan.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana wisata Lobang Jepang di Taman Panorama, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Lobang Jepang saat ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata, dengan total panjang 1,5 kilometer yang dapat dijelajah wisatawan.
1. Lobang Jepang

Sekitar 60 meter di bawah permukaan Kota Bukittinggi, terbentang terowongan yang dibangun Jepang dengan panjang enam kilometer. Lobang Jepang dibuka untuk umum sebagai obyek wisata, namun hanya 1,5 kilometer yang bisa dijelajahi oleh wisatawan.

Bangunan di Bukittingi tak ada yang tinggi, kecuali Jam Gadang. Ini karena ditakutkan jika dibangun terlalu tinggi, fondasi akan bertemu dengan Lobang Jepang yang terbentang panjang dan ambruk.

Lubang ini dibangun pada tahun 1944 selama kurang lebih tiga tahun. Pengerjaannya yang dirahasiakan pada malam hari membuat generasi 50-an tidak mengetahui adanya Lobang Jepang ini.

Terdapat 21 lorong di sini yang dahulu memiliki berbagai fungsi, seperti barak tentara, ruang sidang, kamar komando, pintu penyergapan, pintu pelarian, sampai dapur pembantaian. Lobang Jepang terkenal dengan cerita mistis.

Lubang Jepang telah mengalami peremajaan, dinding telah di lapis semen, bagian alas ditutup batu konblok, diberi pencahayaan lampu listrik, dan bagian alas lobang dikeruk agar para wisatawan asing yang tinggi bisa mudah mengunjungi lobang ini.

Suasana pengunjung di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Jl. Soekarno Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Pengunjung dapat melihat silsilah keluarga Bung Hatta lewat dokumentasi dan informasi yang dipajang di pigura, serta untuk mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta tak dipugut biaya alias gratis, buka setiap hari dari Senin sampai Minggu dari pukul 08.00-18.00.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana pengunjung di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Jl. Soekarno Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (30/4/2017). Pengunjung dapat melihat silsilah keluarga Bung Hatta lewat dokumentasi dan informasi yang dipajang di pigura, serta untuk mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta tak dipugut biaya alias gratis, buka setiap hari dari Senin sampai Minggu dari pukul 08.00-18.00.
2. Rumah Bung Hatta

Mohammad Hatta, Bapak Proklamator merupakan keturunan Minang. Bung Hatta panggilan akrabnya, meninggalkan banyak hal penting bagi Indonesia, terutama orang Minang. Rumah ini dibuat sejak tahun 1860, saat ini telah mengalami renovasi, namun denah rumah dan perabotan masih sama seperti dulu.

Di rumah sederhana yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Nomor 37, Bukittinggi, Sumatera Barat, Bung Hatta dilahirkan. Rumah tersebut terbuat dari kayu, memiliki dua lantai, dengan bentuk sederhana.

Rumah kelahiran Bung Hatta saat ini telah difungsikan sebagai museum yang dibuka untuk umum. Untuk mengunjungi Rumah Bung Hatta tak dipungut biaya, buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WIB.

Istana Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatera Barat.DOK. kemendikbud/Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya Istana Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatera Barat.
3. Simpang Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta terletak di Jalan Istana, Kelurahan Bukit Cangang, Kecamatan Guguk Panjang. Lokasi Istana ini sangat mudah karena berada tepat di depan kawasan Jam Gadang.

Sebelum menjadi istana kepresidenan, saat Belanda berhasil menduduki kota Yogyakarta, istana ini sempat dialihfungsikan menjadi basis pemerintahan Indonesia. Saat itu Bukittinggi dijadikan sebagai kota pemerintahan darurat Republik Indonesia.

Gedung ini dahulu bernama Gedung Tri Arga. Saat ini gedung ini digunakan sebagai obyek wisata sejarah dan tempat menjamu tamu negara yang berkunjung ke Bukittinggi.

 



Close Ads X