5 Karya Seni Koleksi Istana Negara yang Bisa Dilihat di Galeri Nasional - Kompas.com

5 Karya Seni Koleksi Istana Negara yang Bisa Dilihat di Galeri Nasional

Kompas.com - 04/08/2018, 15:00 WIB
Pengunjung menyaksikan Pameran Koleksi Seni Istana Negara RI di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.KOMPAS.com / Silvita Agmasari Pengunjung menyaksikan Pameran Koleksi Seni Istana Negara RI di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia kembali diselenggarakan sepanjang Agustus 2018. Pada tahun ketiga ini, ada 45 karya seni yang dipamerkan untuk publik di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Tak hanya lukisan, ada juga patung, kriya, kristal, dan arsip. Pameran mengangkat tema 'Indonesia Semangat Dunia', penyelenggaraan - Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia juga bertepatan dengan Asian Games 2018.

Ada 14 dari 45 karya yang diunggulkan dalam buku katalog pameran. KompasTravel, merangkum lima karya dengan kisah yang menarik disimak, seperti berikut:

1. Lukisan Memanah karya Henk Ngantung

Sampai - Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia 2016, lukisan dengan medium triplek ini masih dalam kondisi rusak dan belum bisa digantung. Tahun ini pengunjung dapat melihat lukisan laki-laki memanah digantung di pigura dalam kondisi yang layak.

(Baca juga: Lukisan Termahal di Pameran Koleksi Seni Istana Negara RI, Sampai Ratusan Miliyar)

Di sebelah lukisan Memanah yang sudah direstorasi terdapat layar televisi yang menampikan cuplikan video, Soekarno, Hatta, dan anggota kabinet pertama RI berkumpul di ruang tamu kediaman Soekarno dengan lukisan tersebut. Lukisan ini sekaligus menjadi ikon dari pameran.

Patung memanah yang dibeli Soekarno oleh pemahat Hungaria.Kompas.com/Silvita Agmasari Patung memanah yang dibeli Soekarno oleh pemahat Hungaria.
2. Patung Pemanah karya Zsigmond Kisfaludi Strobl

Lukisan dengan berat diperkirakan 750 kilogram ini diboyong dari Istana Jakarta khusus untuk acara ini. Bentuk patung memperlihatkan seorang laki-laki bertubuh kekar sedang memanah.

Dikisahkan oleh kurator pameran Amir Sidharta, Soekarno saat kunjungan ke Hungaria 1960-1961 berkunjung langsung ke studio Strobl dan memesan belasan patung.

Soekarno rupanya juga suka dengan panah yang dianggap sebagai kambang kesatriaan bangsa Timur dan Selatan. Patung yang mirip persis karya Strobl ini juga dapat ditemui di Budapest, Hungaria.

3. Kristal Steuben

Pertengahan 1950an persuahaan kaca Steuben melibatkan perupa dari 16 negara Asia dalam program kerjasama budaya, koleksi kristal Asian Artist in Crystal. Dari Indonesia ada karya pelukis Basoeki Abdullah, Agus Djaya, dan Made Djata yang karyanya digrafir pada kristal.

Karya-karya tersebut sempat dipamerkan di National Gallery of Art Washington DC, AS pada 1956. Selesai pameran diserahkan kembali ke negara asal.

Cerita kurator Anir Sidhrta dan Watie Moerany, tiga kristal ini tersimpan di rak kecil bagian bawah Istana Bogor. Oleh karena pendataan yang belum maksimal pada zaman dulu.

Kini kristal yang merupakan bukti diplomasi negara ini memiliki tempat yang lebih baik. Selain kisah, bentuk dan detail lukisan grafir pada kristal sangat indah.

Pengunjung di depan karya Raden Saleh dalam Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. KOMPAS.com / Silvita Agmasari Pengunjung di depan karya Raden Saleh dalam Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
4. Lukisan Perkelahian dengan Singa dan Perburuan Banteng karya Raden Saleh

Karya maestro lukis Indonesia, Raden Saleh tidak mungkin tidak mencuri perhatian. Ada dua lukisan yang diboyong dari Gedung Agung Yogyakarta dan Istana Bogor.

Tahun ini lukisan Raden Saleh menampilkan kepiawaian dalam melukis binatang seperti singa, kuda, banteng.

Dua lukisan tersebut merupakan hadiah dari Ratu Belanda, Juliana kepada Pemerintah Indonesia saat Presiden Soeharto berkunjung 1970.

Hampir 120 tahun setelah Raden Saleh memberikan lukisan tersebut kepada Raja Willem III sebelum pulang ke Jawa 1851. Harga satu lukisan ditaksir sampai lebih dari Rp 100 milyar.

Memorabilia Asian Games 1962 di Pameran Koleksi Seni Istana Kepresidenan RI.Kompas.com/Silvita Agmasari Memorabilia Asian Games 1962 di Pameran Koleksi Seni Istana Kepresidenan RI.

5. Lukisan Penyelamatan Sinta karya Sekar Gunung

Ada dua lukisan penyelamatan Sinta dari Rahwana yang ditampilkan yakni karya Basoeki Abdullah dan Sekar Gunung. Menariknya pada karya Sekar Gunungm, selain Jatayu keponakan Garuda, ada burung lain yakni Cenderawasih dan siluet yang tampak seperti suku berasal dari Papua.

Lukisan yang dibuat pada 1961 tersebut ditafsirkan memiliki persamaan dengan perjuangan pembebasan Irian Jaya.

 

6. Memorabilia Asian Games 1962

Di meja etalase kaca ruang khusus, terdapat memorabilia yang berhubungan dengan Asian Games 2018. Mulai dari potongan artikel di media cetak, tiket asli menonton pertadingan, perangko, denah lokasi lomba, sampai foto-foto menarik seputar pembangunan fasilitas dan tugu untuk Asian Games 1962.  


Komentar
Close Ads X