Kompas.com - 04/08/2018, 16:07 WIB
Gugun Blues Shelter saat manggung di Dieng Culture Festival 2018. Dok. Gugun Blues ShelterGugun Blues Shelter saat manggung di Dieng Culture Festival 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gugun Blues Shelter turut memeriahkan event tahunan Dieng Culture Festival 2018, di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Jumat (3/8/2018) malam.

Kesempatan kali ini memberikan kesan tersendiri, karena harus tampil saat suhu minus 1 derajat celcius. Ya, belakangan ini suhu Dieng lebih dingin dari biasanya.

Seperti apa cerita Gugun Blues Shelter menghibur pada pengunjung DCF 2018 di tengah Dieng yang "membeku"?

Manajer Gugun Blues Shelter Indri Sjafri, yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/8/2018), mengungkapkan, suhu malam tadi memang dingin luar biasa.

Baca juga: Hadiri Dieng Culture Festival 2018, Kantongi 3 Tips Ini!

Awalnya, GBS dijadwalkan manggung pada pukul 22.00 WIB. Akan tetapi, akhirnya mundur hingga pukul 00.00 WIB karena genset yang membeku akibat cuaca dingin.

"Terakhir tadi malam suhu -1 derajat. Harusnya GBS manggung jam 10 malam, tetapi mundur dua jam karena genset beku. Padahal, siang cuaca enak. Sempat jalan ke kawah, candi Arjuna. Sehabis Maghrib mulai dingin," kata Indri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indri mengisahkan, karena tertutupi es, panggung juga licin. Panitia mengingatkan para pengisi acara untuk berhati-hati. Namun, Gugun Blues Shelter sempat memainkan 5 lagu, di antaranya Mobil Butut, dan Kandas.

Gugun Blues Shelter saat tampil di Dieng Culture Festival 2018, Jumat (3/8/2018) malam.Dok. Gugun Blues Shelter Gugun Blues Shelter saat tampil di Dieng Culture Festival 2018, Jumat (3/8/2018) malam.

Gugun sempat merasakan tangannya membeku saat tampil solo gitar.

"Gugun tangannya beku, senarnya juga lembab. Tetapi karena fans GBS sudah banyak yang DM juga datang, jadi enggak mungkin enggak naik panggung. Tapi semuanya lancar," kata Indri.

Sebelumnya, saat di luar negeri, GBS juga pernah merasakan cuaca dingin yang ekstrem. Akan tetapi, panggung dalam ruangan atau tertutup. Sementara, di Dieng, panggung ada di alam terbuka.

"Panggung putih tertutup es. Ini pertama kali GBS juga mengisi di Dieng Culture Festival. Kami tidak mau mengecewakan fans yang sudah datang jauh-jauh, sewa hotel, menembus dingin," ungkap Indri.

Baca juga: Embun Upas Tingkatkan Jumlah Wisatawan ke Dieng

Suhu dingin yang ekstrem di Dieng memang jadi perhatian beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, pada Jumat (3/8/2018) pagi, embun upas juga masih turun dan melapisi permukaan dataran dan tanaman di Dieng.

Sejumlah netizen membagikan foto-foto yang memperlihatkan suasana di Dieng. Bahkan, ada yang mengibaratkan Dieng bak winter di Eropa.

Kompas TV Menguak mitos misteri Telaga Warna Dieng.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

Travel Tips
Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Travel Update
Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Travel Update
Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

Travel Update
5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

5 Oleh-oleh Kerajinan Khas Banjarmasin, Ada Batu Permata dan Kain Sasirangan

Travel Tips
Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Wisata Sejarah ke Sawahlunto, Kunjungi Lubang Tambang Batu Bara

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata ke Taman Margasatwa Ragunan

Travel Update
Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Langgar Aturan Ganjil Genap di Ragunan, Wisatawan Harus Rela Putar Balik

Travel Update
Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Itinerary

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.