Kompas.com - 04/08/2018, 22:10 WIB

KOMPAS.com - Ini adalah hari kedua kami di Pulau Biak, setelah sore hari sebelumnya, kami tiba dengan menumpang pesawat Hercules milik TNI AU. Pulau Biak adalah tempat yang benar-benar baru bagi kami.

Selain karena logat dan mayoritas penduduknya, iklim dan sejarah tempat ini menjadi satu hal baru yang menarik untuk kami kenali lebih lanjut.

Singkat cerita, setelah diambil keputusan bahwa kami tidak jadi menggunakan kapal Pelni yang dijadwalkan pada sore hari tersebut.

Sebagai gantinya, kami akan menggunakan kapal Kasuari Pasifik 4 milik salah satu kolega dari komandan Landasan Udara (Lanud) Manuhua yang akan berangkat menuju Manokwari pada keesokan harinya. Kami diberi tumpangan gratis!

Maka siang itu kami dijadwalkan untuk bertemu dengan komandan Lanud Manuhua. Saat itu kami ditemani oleh salah satu tentara yang bernama Pak Yoggie untuk menemui Komandan Lanud Manuhua.

Tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih bersama Komandan Landasan Udara Manuhua, Biak, Papua Barat.Dok. MAPALA UI Tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih bersama Komandan Landasan Udara Manuhua, Biak, Papua Barat.
Setelah menunggu beberapa saat yang disebabkan adanya gladiresik upacara pengukuhan kenaikan status Lanud Biak menjadi tipe A. Akhirnya kami bertemu dan disambut dengan hangat oleh Komandan Lanud Manuhua, Kolonel Fajar Adriyanto.

Setelah memperkenalkan diri, beliau sedikit banyak menceritakan tentang latar belakang dari Lanud Manuhua. Dalam penuturannya, nama dari Lanud Manuhua sendiri diambil dari nama seorang pejuang Indonesia yang bernama Lambertus Manuhua.

Prajurit asal Ambon ini tergabung dalam Pasukan Khas (Paskhas) operasi Trikora pada masa Ir. Soekarno dahulu kala yang berhasil merebut kembali Irian Jaya Barat (Papua) untuk kembali menjadi bagian dari Indonesia.

Lambertus Manuhua bersama rekan-rekannya diterjunkan untuk berhadapan dengan pasukan Belanda. Saat mengalami kondisi terdesak, Lambertus Manuhua menyuruh semua anak buahnya mundur hingga ia tertembak dan gugur dalam pertempuran tersebut. Lambertus Manuhua gugur di Sorong Selatan.

Pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia) yang menjadi alat transportasi tim Ekspedisi Bumi Cendrawasih Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Ekspedisi Bumi Cendrawasih merupakan kegiatan ekspedisi Mapala UI yang bertujuan mengeksplorasi potensi wisata di Pegunungan Arfak dan Teluk Bintuni, Papua Barat.Dok. Mapala UI Pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia) yang menjadi alat transportasi tim Ekspedisi Bumi Cendrawasih Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Ekspedisi Bumi Cendrawasih merupakan kegiatan ekspedisi Mapala UI yang bertujuan mengeksplorasi potensi wisata di Pegunungan Arfak dan Teluk Bintuni, Papua Barat.
Usai sambutan dan penuturan singkat tersebut, ia memberikan tawaran pada kami untuk berjalan-jalan mengunjungi obyek-obyek wisata di Biak. Kami tanpa ragu menerima tawaran tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Rute ke Basecamp Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Mojokerto

Travel Tips
Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Solo Hiking Gunung Penanggungan via Tamiajeng, Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan

Jalan Jalan
4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

4 Wisata Dekat Pantai Pasir Putih PIK 2, Ada Banyak Tempat Kulineran

Jalan Jalan
Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Travel Update
Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Travel Update
Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Travel Update
Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Travel Update
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Travel Update
Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Travel Update
Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Travel Update
Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Travel Update
Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Travel Update
2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

Travel Update
Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Travel Update
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.