Wisatawan, Perhatikan Hal Ini saat Berkunjung ke TN Komodo

Kompas.com - 05/08/2018, 10:08 WIB
Gili Laba di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. TAMASYEAH.COMGili Laba di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.


JAKARTA, KOMPAS.com – Taman Nasional (TN) Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT) memiliki predikat sebagai Cagar Biosfer dan Warisan Alam Dunia (UNESCO) untuk melindungi komodo termasuk ekosistemnya.

Baca juga: Gililawa Darat Kebakaran, Pelaku Diduga Penumpang Kapal

Pada dasarnya aktivitas wisata di TN Komodo diizinkan di area tertentu, selama tidak merusak dan mengancam kelestarian ekosistem satwa komodo baik di darat maupun di peraian.

Namun, sangat disayangkan melihat salah satu pulau di kawasan TN Komodo, Gililawa Darat beberapa hari lalu mengalami kebakaran. Diduga peristiwa tersebut disebabkan oleh para pengunjung.

Lokasi 10 hektar padang rumput di seputaran Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terbakar.KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE Lokasi 10 hektar padang rumput di seputaran Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terbakar.

Kepala Balai TN Komodo Budhy Kurniawan menghimbau agar para wisatawan yang berkunjung juga bisa menaati peraturan yang ada.

Baca juga: Pasca Kebakaran, Wisatawan Masih Berkunjung ke Gililawa Darat

Berikut beberapa aturan dari Balai TN Komodo yang harus diperhatikan untuk menjaga kelestarian alam di tempat tersebut.

1. Pengunjung dilarang melakukan camping atau berkemah dan atau menyalakan api di dalam kawasan TN Komodo. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kebakaran.

2. Pengunjung dilarang mengambil bagian tubuh flora dan fauna. Ketentuan ini ada dalam pasal 19, 21, dan 33 UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

3. Pengunjung dilarang memberi makan biawak komodo maupun satwa lainnya baik di darat maupun di perairan.

4. Pengunjung diwajibkan tidak membuang sampah di kawasan TN Komodo dan wajib membawa pulang sampah keluar dari TN Komodo.

5. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan drone maka harus mendapatkan izin khusus dari pihak Balai TN Komodo.

6. Pengunjung dilarang melakukan aktivitas jetski di perairan TN Komodo. Aktivitas ini dapat mengganggu mobilitas satwa laut.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pameran Pariwisata Terbesar di Dunia Dibatalkan, Delegasi Indonesia Terpaksa Pulang

Pameran Pariwisata Terbesar di Dunia Dibatalkan, Delegasi Indonesia Terpaksa Pulang

Whats Hot
Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Whats Hot
 4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

Makan Makan
Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Jalan Jalan
Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Makan Makan
Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Makan Makan
Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Jalan Jalan
Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Makan Makan
Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Whats Hot
Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Whats Hot
Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Makan Makan
Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Jalan Jalan
Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

Whats Hot
 Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Diskon
komentar di artikel lainnya
Close Ads X